Kompas.com - 14/05/2021, 19:04 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Dokumentasi PribadiPelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

 

MALANG, KOMPAS.com - Asam manis dalam menjalankan ibadah puasa membuat pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengambil banyak hikmah dari Lebaran 2021.

Lebaran tahun ini diwarnai perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan masa pandemi.

Perlahan tapi pasti, roda-roda kehidupan kembali bergerak dan masyarakat perlahan berdamai dengan kondisi yang masih serba penuh pengorbanan.

Beberapa bulan ke belakang juga menjadi momen kebangkitan bagi insan sepak bola.

Banyak kabar baik, mulai dari penyelenggaraan Piala Menpora 2021 di tengah pandemi, pemusatan-pemusatan latihan tim nasional beserta agenda penting di dalamnya, sampai wacana penyelenggaraan Liga 1 2021.

Baca juga: Tanggapan Aji Santoso Setelah Hampir Semua Wakil Persebaya Berangkat ke Dubai

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi Aji Santoso, Idul Fitri adalah momen untuk memantaskan diri setelah satu bulan penuh digembleng dengan berbagai macam ujian pada bulan puasa.

Semua ujian dan tantangan tersebut kemudian menempa karakter seseorang untuk menjadi lebih baik sebagai modal mengarungi kehidupan selanjutnya yang lebih banyak tantangan.

Aji Santoso mengibaratkan kehidupan adalah sebuah kompetisi, di mana Bulan Ramadhan adalah pemusatan latihan yang penuh ujian.

“Lebaran bagi saya bermakna setelah kita digembleng puasa satu bulan untuk perjalanan 11 bulan ke depan,” kata pelatih berusia 52 tahun itu kepada Kompas.com.

“Bulan puasa itu seperti latihan, kompetisinya 11 bulan ke depan.”

Baca juga: Pesan Aji Santoso kepada Pemain Persebaya Saat Libur Lebaran

“Apakah bisa menjalankan 11 bulan ke depan dengan amalan-amalan seperti berpuasa kemarin? Selalu menjadi renungan saya, kalau berpuasa harus berdampak kepada 11 bulan ke depan,” imbuhnya.

Kini, setelah satu bulan penuh digembleng dengan ujian puasa dan ibadah, Aji Santoso tengah menikmati hari kemenangan.

Sekaligus, bulan-bulan ini menjadi masa tenang sebelum mengarungi sengitnya pergulatan rutinitas yang dibalut dengan lika-liku dan drama yang menyertai.

“Saya mengibaratkan bulan puasa seperti di dalam sepak bola. Bahwa puasa adalah waktunya untuk melakukan pemusatan latihan untuk menghadapi kompetisi kehidupan,” pungkas mantan pelatih Persela Lamongan ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.