Alasan Persib Bandung Bersiteguh Liga 1 Dilanjutkan

Kompas.com - 09/06/2020, 21:45 WIB
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHADirektur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung menjadi salah satu tim yang mendukung dilanjutkannya kompetisi Liga 1 2020.

Kompetisi strata utama sepak bola Indonesia itu masih dalam status ditangguhkan karena wabah virus corona.

Kendati demikian, rencana untuk menggulirkan kembali kompetisi mulai muncul ke permukaan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku pemangku kebijakan di sepak bola Indonesia, sudah mengusulkan untuk dilanjutkannya kompetisi.

Usulan tersebut disampaikan PSSI dan PT LIB saat menggelar pertemuan virtual bersama perwakilan 18 klub Liga 1 2020 pada 2 Juni lalu.

Baca juga: 2 Pemain Senior Persib Buka Suara soal Rencana Kompetisi Dilanjutkan

Usulan untuk kembali menggulirkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19 akan dibahas secara lanjut dalam rapat Exco PSSI pada 13 Juni mendatang.

Andai usulan tersebut disetujui oleh para anggota Exco PSSI, kompetisi Liga 1 akan kembali bergulir pada September atau Oktober 2020.

Persib sudah barang tentu mendukung usulan tersebut. Sebab, sedari awal pun klub berjulukan Maung Bandung itu sudah sangat berharap kompetisi bisa kembali dilanjutkan.

Terkait alasannya, Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono pun angkat bicara.

Teddy mengatakan, timnas Indonesia menjadi alasan utama Persib mendukung kompetisi dilanjutkan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X