Punya "Napas Panjang" di Bursa, Bali United Harus Lakukan 3 Hal Ini

Kompas.com - 18/06/2019, 21:32 WIB
Selebrasi penyerang Bali United, Irfan Bachdim, seusai membobol gawang Arema FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (8/10/2017). BOLASPORT.COM/YAN DAULAKASelebrasi penyerang Bali United, Irfan Bachdim, seusai membobol gawang Arema FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (8/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang sahamnya diperjualbelikan di pasar bursa, klub sepak bola Liga 1 Indonesia Bali United harus melakukan tiga hal ini.

Menurut Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi, menjawab pertanyaan Kompas.com, kemarin, ketiga hal ini harus dilakukan andai klub yang berdiri pada 15 Februari 2015 sebagai bentuk akuisisi dari klub Persisam Putra Samarinda ini tetap mau bertahan alias punya "napas panjang" di BEI.

Pertama, tunjukkan bahwa pengelolaan perusahaan dilakukan secara profesional.

"Perseroan (PT. Bola Bintang Sejahtera Tbk) tentunya harus bertanggung jawab kepada investor, salah satunya suporter," kata Hasan.

Kedua, orientasi profit emiten berkode BOLA ini harus tetap menjadi tujuan akhir sekaligus tujuan pengelolaan bisnis usaha.

Ketiga, Bali United juga harus menjadi menjadi inspirasi bagi perusahaan sejenis untuk masuk bursa.

"Kita harapkan go public di bursa akan membuat dampak positif terhadap pertumbuhan Bali United sendiri," pungkas Hasan Fawzi.

Saat berita ini diunggah, harga saham emiten berkode BOLA itu bertengger di posisi Rp 370 per lembar.

Angka ini merupakan peningkatan dari posisi awal saat penawaran perdana yakni Rp 175 per lembar.

Pada penawaran perdana itu juga, saham BOLA melonjak 69,14 persen menjadi Rp 296 tiap lembarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X