Termasuk Industri Kreatif, Ini Keunggulan Bali United di Bursa

Kompas.com - 18/06/2019, 19:18 WIB
Stefano Lilipaly berusaha menjangkau bola pada pertandingan Bali United vs Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (16/5/2019). instagram.com/baliunitedfc Stefano Lilipaly berusaha menjangkau bola pada pertandingan Bali United vs Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (16/5/2019).



JAKARTA, KOMPAS.com - Masuknya klub sepak bola Liga 1 Bali United di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan angin segar bagi pengelolaan industri olahraga di Indonesia.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan Kompas.com pada Senin (17/6/2019).

"Bali United masuk ke industri kreatif," ujarnya.

Kendati begitu, andai dibandingkan dengan industri kreatif lainnya di BEI, dalam hemat Hasan, klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali ini punya keunggulan.

"Basis peminat sahamnya itu fans yang fanatik," kata Hasan.

Ciri suporter fanatik, juga dalam kaitannya dengan kinerja saham, lanjut Hasan adalah kesetiaan pada klub bersangkutan.

"Mereka tidak cuma memikirkan untung rugi," kata Hasan.

Sebagai imbal baliknya, ujar Hasan, perseroan punya pengontrol agar kinerjanya terus membaik.

"Para suporter ini yang menjadi pengontrol perseroan," tutur Hasan mengingatkan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X