Kisah Cekcok Mourinho-Conte, dari Sindiran Rambut, Badut, hingga Pikun

Kompas.com - 05/05/2021, 07:45 WIB
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, membisikkan sesuatu kepada koleganya di Chelsea, Antonio Conte, setelah duel kedua tim pada partai Premier League di Stadion Stamford Bridge, Minggu (23/10/2016). BEN STANSALL/AFPManajer Manchester United, Jose Mourinho, membisikkan sesuatu kepada koleganya di Chelsea, Antonio Conte, setelah duel kedua tim pada partai Premier League di Stadion Stamford Bridge, Minggu (23/10/2016).
|

KOMPAS.com - Jose Mourinho telah sepakat untuk melatih klub Serie A Liga Italia AS Roma pada musim depan, 2021-2022, Selasa (4/5/2021).

Hal tersebut juga berarti bahwa dia akan kembali bersaing dengan pelatih Inter Milan yang baru saja menjuarai Liga Italia musim ini, Antonio Conte.

Sebelumnya, Mourinho dan Conte sempat terlibat perselisihan cekcok atau perang kata saat keduanya berkarier di Premier League, kasta teratas Liga Inggris.

Berikut kisah perselisihan antara Mourinho dan Conte, seperti dikutip dari Football Italia.

Baca juga: Alasan Jose Mourinho Yakin Terima Jadi Pelatih AS Roma

Saat itu, Mourinho melatih Manchester United, sedangkan Conte menjadi juru taktik Chelsea, klub yang juga pernah dilatih Mourinho.

Perselisihan antara mereka dimulai pada Oktober 2016 ketika Mourinho tidak menyukai perayaan berlebihan Conte pada menit-menit terakhir kemenangan Chelsea atas Manchester United dalam laga Liga Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika itu, Chelsea telah mengalahkan Man United dengan skor 4-0 di Stamford Bridge dan kekecewaan Mourinho terlihat atas sikap Conte di pinggir lapangan setelah peluit akhir.

"Anda tidak melakukan selebrasi seperti itu pada skor 4-0, Anda bisa melakukannya dengan skor 1-0, jika tidak, maka akan memalukan bagi kami," kata Mourinho saat itu, dikutip dari Football Italia.

Baca juga: Mourinho ke AS Roma, Fabio Capello Lempar Peringatan dan Pujian

Pada Maret 2017, Chelsea dan Manchester United bertemu dalam laga perempat final Piala FA yang berakhir untuk kemenangan pasukan Conte dengan skor 1-0.

Pada laga itu, gelandang Man United Ander Herrera secara kontroversial diusir oleh wasit dari lapangan.

"Semua orang bisa menganalisis dari perspektif yang berbeda, tetapi kami semua menonton pertandingan sampai kartu merah dan setelah kartu merah," kata Mourinho.

"Jadi, kami bisa membandingkan keputusan dari dua kartu kuning, dalam hal ini dengan yang lain yang tidak diberikan," ucapnya.

Usai itu, Conte pun "menyerang" taktik Mourinho saat Setan Merah terus-menerus melakukan pelanggaran terhadap gelandang Chelsea Eden Hazard sepanjang pertandingan.

"Dia memulai permainan, tetapi dia tidak bisa bermain sepak bola. Semua orang bisa melihat ini, jadi bisa menilai situasinya," kata Conte.

Sindir posisi, sindir rambut

Pada akhir musim 2017, Conte memperingatkan para pemainnya di Chelsea, sambil menyindir pencapaian atau posisi peringkat The Blues saat dilatih Mourinho.

"Dua tahun lalu, Chelsea finis di urutan ke-10. Itu tidak bisa terjadi lagi. Kami tahu kesulitannya dan pasti kami ingin menghindari musim Mourinho bersama Chelsea," kata Conte yang pada musim 2016-2017 membawa Chelsea juara Liga Inggris.

"Saya tidak tahu," jawab Mourinho saat diminta mengomentari pernyataan Conte.

"Saya dapat menjawab dengan berbagai cara, tetapi saya tidak akan kehilangan rambut saya untuk berbicara tentang Antonio Conte," ucap Mou, yang secara tidak langsung menyindir pada transplantasi rambut yang dialami Conte.

Jose Mourinho dn Antonio Conte, Sabtu (4/5/2019)AFP/Glyn KIRK Jose Mourinho dn Antonio Conte, Sabtu (4/5/2019)

Sindir badut, dibalas pikun

Pada tahun 2018, Mourinho pun pernah menyindir Conte dengan sebutan "badut".

"Saya tidak berperilaku sebagai badut di pinggir lapangan, itu berarti saya kehilangan gairah saya," kata Mourinho.

"Saya lebih suka berperilaku seperti yang saya lakukan, jauh lebih dewasa, lebih baik untuk tim saya dan diri saya sendiri, saya tidak berpikir Anda harus berperilaku seperti orang gila di pinggir lapangan untuk memiliki gairah itu," ucapnya.

Terkait hal itu, Conte pun membalasnya dan menyindir Mourinho sebagai orang pikun.

"Saya pikir dia harus melihat dirinya sendiri pada masa lalu, mungkin dia berbicara tentang dirinya di masa lalu. Mungkin, terkadang, saya pikir seseorang lupa apa yang dikatakan pada masa lalu, yang merupakan perilakunya," kata pelatih asal Italia itu.

Baca juga: Perang Kata-kata Conte Vs Mourinho, Badut Vs Pikun

Setelah itu, dalam suatu kesempatan, Mourinho menegaskan perang kata-kata dengan Conte sudah berakhir.

"Ketika saya tidak mulai, cukup lucu bagi saya melihat orang lain di sisi lain bertindak seperti korban, padahal mereka bukan korban," katanya.

"Namun, sungguh, saya tidak menikmati. Itu sebabnya, bagi saya, ini sudah berakhir," kata Mourinho.

Namun, dia bersikeras Conte seharusnya meminta maaf, seperti yang dia lakukan dengan pelatih Claudio Ranieri di masa lalu.

"Ketika saya pikir itu adalah kesalahan saya dan saya harus bersikap dengan cara yang berbeda, saya yang pertama meminta maaf, seperti yang saya lakukan dengan Ranieri ketika saya memiliki kesempatan," tuturnya.

"Saat itulah, hubungan kami berubah dari buruk menjadi baik dan dari baik menjadi sangat baik karena saya cukup jantan untuk meminta maaf," ucap Mourinho.

Baca juga: Moratti soal Inter: Conte Mirip Mourinho, Sarankan Rekrut Kante

Klaim damai

Terakhir kali Conte dan Mourinho berhadapan adalah pada final Piala FA Mei 2018 ketika Chelsea asuhan Conte mengangkat trofi atas Man United asuhan Mourinho.

Saat itu, Chelsea juara usai menang 1-0 berkat gol penalti Eden Hazard di Stadion Wembley.

"Saya pikir dengan Mourinho kami telah mengklarifikasi situasi dan itu yang paling penting. Tidak ada masalah antara dia dan saya," kata Conte.

Guratan nasib kini mempertemukan kembali Mourinho dan Conte. Riwayat melatih di klub yang sama menjadi bumbu menarik keduanya.

Sebelum Conte juara Liga Inggris bersama Chelsea pada musim 2016-2017, Mourinho telah merasakannya pada musim 2004-2005, 2005-2006, dan 2014-2015.

Lalu di Inter, sebelum Conte juara Serie A Liga Italia pada musim ini, Mourinho pernah membawa klub tersebut dengan raihan treble winners (juara Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions) pada 2009-2010. 

Sekarang, menarik untuk kita tunggu dan simak apakah "perdamaian" antara Conte dan Mourinho benar-benar terjadi atau tidak...



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Derbi London Utara Arsenal Vs Tottenham

Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Derbi London Utara Arsenal Vs Tottenham

Liga Inggris
Jadwal dan Link Live Streaming Piala Sudirman, Indonesia Vs ROC Malam Ini

Jadwal dan Link Live Streaming Piala Sudirman, Indonesia Vs ROC Malam Ini

Badminton
Duka Mendalam atas Meninggalnya Pebalap WorldSSP 300 Dean Berta Vinales

Duka Mendalam atas Meninggalnya Pebalap WorldSSP 300 Dean Berta Vinales

Motogp
Profil Dean Berta Vinales, Sepupu Maverick Vinales yang Gugur di Sirkuit Jerez

Profil Dean Berta Vinales, Sepupu Maverick Vinales yang Gugur di Sirkuit Jerez

Sports
Rebut Sabuk Juara Dunia dari Anthony Joshua, Usyk Tak Pikirkan Rematch

Rebut Sabuk Juara Dunia dari Anthony Joshua, Usyk Tak Pikirkan Rematch

Sports
Pioli soal Daniel Maldini: Dia Berteknik, Punya Visi Bagus, tetapi…

Pioli soal Daniel Maldini: Dia Berteknik, Punya Visi Bagus, tetapi…

Liga Italia
Profil Oleksandr Usyk, Petinju Ketiga Asal Ukraina yang Menjadi Juara Kelas Berat

Profil Oleksandr Usyk, Petinju Ketiga Asal Ukraina yang Menjadi Juara Kelas Berat

Sports
Real Madrid Ditahan Villarreal, Ancelotti Tak Suka Kacamata Ketiga

Real Madrid Ditahan Villarreal, Ancelotti Tak Suka Kacamata Ketiga

Liga Spanyol
Hasil dan Klasemen Liga 1: Bali United Memimpin, Persebaya di Zona Merah

Hasil dan Klasemen Liga 1: Bali United Memimpin, Persebaya di Zona Merah

Liga Indonesia
Edin Dzeko, Striker Gaek yang Sinarnya Belum Meredup

Edin Dzeko, Striker Gaek yang Sinarnya Belum Meredup

Sports
Klasemen Liga Inggris: Liverpool Memimpin, Duo Manchester Bersaing Ketat

Klasemen Liga Inggris: Liverpool Memimpin, Duo Manchester Bersaing Ketat

Liga Inggris
Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid di Puncak, Sevilla Geser Atletico

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid di Puncak, Sevilla Geser Atletico

Liga Spanyol
Man United Vs Aston Villa, Rekor Ronaldo dan Bruno Hancur di Tangan The Villans

Man United Vs Aston Villa, Rekor Ronaldo dan Bruno Hancur di Tangan The Villans

Liga Inggris
Hasil Tinju Dunia - Anthony Joshua Takluk, Oleksandr Usyk Juara Baru Kelas Berat

Hasil Tinju Dunia - Anthony Joshua Takluk, Oleksandr Usyk Juara Baru Kelas Berat

Sports
Faktor yang Membuat Pelatih Arema FC Pakai Rompi Latihan

Faktor yang Membuat Pelatih Arema FC Pakai Rompi Latihan

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.