Salin Artikel

Kisah Cekcok Mourinho-Conte, dari Sindiran Rambut, Badut, hingga Pikun

Hal tersebut juga berarti bahwa dia akan kembali bersaing dengan pelatih Inter Milan yang baru saja menjuarai Liga Italia musim ini, Antonio Conte.

Sebelumnya, Mourinho dan Conte sempat terlibat perselisihan cekcok atau perang kata saat keduanya berkarier di Premier League, kasta teratas Liga Inggris.

Berikut kisah perselisihan antara Mourinho dan Conte, seperti dikutip dari Football Italia.

Saat itu, Mourinho melatih Manchester United, sedangkan Conte menjadi juru taktik Chelsea, klub yang juga pernah dilatih Mourinho.

Perselisihan antara mereka dimulai pada Oktober 2016 ketika Mourinho tidak menyukai perayaan berlebihan Conte pada menit-menit terakhir kemenangan Chelsea atas Manchester United dalam laga Liga Inggris.

Ketika itu, Chelsea telah mengalahkan Man United dengan skor 4-0 di Stamford Bridge dan kekecewaan Mourinho terlihat atas sikap Conte di pinggir lapangan setelah peluit akhir.

"Anda tidak melakukan selebrasi seperti itu pada skor 4-0, Anda bisa melakukannya dengan skor 1-0, jika tidak, maka akan memalukan bagi kami," kata Mourinho saat itu, dikutip dari Football Italia.

Pada Maret 2017, Chelsea dan Manchester United bertemu dalam laga perempat final Piala FA yang berakhir untuk kemenangan pasukan Conte dengan skor 1-0.

Pada laga itu, gelandang Man United Ander Herrera secara kontroversial diusir oleh wasit dari lapangan.

"Semua orang bisa menganalisis dari perspektif yang berbeda, tetapi kami semua menonton pertandingan sampai kartu merah dan setelah kartu merah," kata Mourinho.

"Jadi, kami bisa membandingkan keputusan dari dua kartu kuning, dalam hal ini dengan yang lain yang tidak diberikan," ucapnya.

Usai itu, Conte pun "menyerang" taktik Mourinho saat Setan Merah terus-menerus melakukan pelanggaran terhadap gelandang Chelsea Eden Hazard sepanjang pertandingan.

"Dia memulai permainan, tetapi dia tidak bisa bermain sepak bola. Semua orang bisa melihat ini, jadi bisa menilai situasinya," kata Conte.

Sindir posisi, sindir rambut

Pada akhir musim 2017, Conte memperingatkan para pemainnya di Chelsea, sambil menyindir pencapaian atau posisi peringkat The Blues saat dilatih Mourinho.

"Dua tahun lalu, Chelsea finis di urutan ke-10. Itu tidak bisa terjadi lagi. Kami tahu kesulitannya dan pasti kami ingin menghindari musim Mourinho bersama Chelsea," kata Conte yang pada musim 2016-2017 membawa Chelsea juara Liga Inggris.

"Saya tidak tahu," jawab Mourinho saat diminta mengomentari pernyataan Conte.

"Saya dapat menjawab dengan berbagai cara, tetapi saya tidak akan kehilangan rambut saya untuk berbicara tentang Antonio Conte," ucap Mou, yang secara tidak langsung menyindir pada transplantasi rambut yang dialami Conte.

Sindir badut, dibalas pikun

Pada tahun 2018, Mourinho pun pernah menyindir Conte dengan sebutan "badut".

"Saya tidak berperilaku sebagai badut di pinggir lapangan, itu berarti saya kehilangan gairah saya," kata Mourinho.

"Saya lebih suka berperilaku seperti yang saya lakukan, jauh lebih dewasa, lebih baik untuk tim saya dan diri saya sendiri, saya tidak berpikir Anda harus berperilaku seperti orang gila di pinggir lapangan untuk memiliki gairah itu," ucapnya.

Terkait hal itu, Conte pun membalasnya dan menyindir Mourinho sebagai orang pikun.

"Saya pikir dia harus melihat dirinya sendiri pada masa lalu, mungkin dia berbicara tentang dirinya di masa lalu. Mungkin, terkadang, saya pikir seseorang lupa apa yang dikatakan pada masa lalu, yang merupakan perilakunya," kata pelatih asal Italia itu.

Setelah itu, dalam suatu kesempatan, Mourinho menegaskan perang kata-kata dengan Conte sudah berakhir.

"Ketika saya tidak mulai, cukup lucu bagi saya melihat orang lain di sisi lain bertindak seperti korban, padahal mereka bukan korban," katanya.

"Namun, sungguh, saya tidak menikmati. Itu sebabnya, bagi saya, ini sudah berakhir," kata Mourinho.

Namun, dia bersikeras Conte seharusnya meminta maaf, seperti yang dia lakukan dengan pelatih Claudio Ranieri di masa lalu.

"Ketika saya pikir itu adalah kesalahan saya dan saya harus bersikap dengan cara yang berbeda, saya yang pertama meminta maaf, seperti yang saya lakukan dengan Ranieri ketika saya memiliki kesempatan," tuturnya.

"Saat itulah, hubungan kami berubah dari buruk menjadi baik dan dari baik menjadi sangat baik karena saya cukup jantan untuk meminta maaf," ucap Mourinho.

Klaim damai

Terakhir kali Conte dan Mourinho berhadapan adalah pada final Piala FA Mei 2018 ketika Chelsea asuhan Conte mengangkat trofi atas Man United asuhan Mourinho.

Saat itu, Chelsea juara usai menang 1-0 berkat gol penalti Eden Hazard di Stadion Wembley.

"Saya pikir dengan Mourinho kami telah mengklarifikasi situasi dan itu yang paling penting. Tidak ada masalah antara dia dan saya," kata Conte.

Guratan nasib kini mempertemukan kembali Mourinho dan Conte. Riwayat melatih di klub yang sama menjadi bumbu menarik keduanya.

Sebelum Conte juara Liga Inggris bersama Chelsea pada musim 2016-2017, Mourinho telah merasakannya pada musim 2004-2005, 2005-2006, dan 2014-2015.

Lalu di Inter, sebelum Conte juara Serie A Liga Italia pada musim ini, Mourinho pernah membawa klub tersebut dengan raihan treble winners (juara Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions) pada 2009-2010. 

Sekarang, menarik untuk kita tunggu dan simak apakah "perdamaian" antara Conte dan Mourinho benar-benar terjadi atau tidak...

https://bola.kompas.com/read/2021/05/05/07450018/kisah-cekcok-mourinho-conte-dari-sindiran-rambut-badut-hingga-pikun

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Live Streaming AC Milan Vs Salernitana, Kickoff Pukul 21.00 WIB

Link Live Streaming AC Milan Vs Salernitana, Kickoff Pukul 21.00 WIB

Liga Italia
Link Live Streaming Madura United Vs Persib, Kick-off 20.45 WIB

Link Live Streaming Madura United Vs Persib, Kick-off 20.45 WIB

Liga Indonesia
Piala AFF 2020 Digelar dengan Format Home Tournament, Apa Itu?

Piala AFF 2020 Digelar dengan Format Home Tournament, Apa Itu?

Sports
HT Persebaya Vs Barito Putera, Gol Marselino Ferdinan Bawa Bajul Ijo Unggul

HT Persebaya Vs Barito Putera, Gol Marselino Ferdinan Bawa Bajul Ijo Unggul

Liga Indonesia
AS Roma Vs Inter: Laga Tersubur di Serie A, Jalan Terjal Nerazzurri Menuju Rekor 70 Tahun Silam

AS Roma Vs Inter: Laga Tersubur di Serie A, Jalan Terjal Nerazzurri Menuju Rekor 70 Tahun Silam

Liga Italia
Madura United Vs Persib: Misi Sape Kerrab Rangkai 3 Kemenangan Beruntun

Madura United Vs Persib: Misi Sape Kerrab Rangkai 3 Kemenangan Beruntun

Liga Indonesia
Jadi Raja Piala AFF, Thailand Enggan Jemawa, tapi Pasang Target Juara

Jadi Raja Piala AFF, Thailand Enggan Jemawa, tapi Pasang Target Juara

Liga Indonesia
Link Live Streaming West Ham Vs Chelsea, Kick-off 19.30 WIB

Link Live Streaming West Ham Vs Chelsea, Kick-off 19.30 WIB

Liga Inggris
Persebaya Vs Barito, Kisah tentang Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman

Persebaya Vs Barito, Kisah tentang Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman

Liga Indonesia
Akui Pernah Tolak Latih Chelsea, Rangnick Ditertawakan Thomas Tuchel

Akui Pernah Tolak Latih Chelsea, Rangnick Ditertawakan Thomas Tuchel

Liga Inggris
Tanggapan Eks Dokter Timnas Wanita Indonesia soal Dokter Gadungan PSS

Tanggapan Eks Dokter Timnas Wanita Indonesia soal Dokter Gadungan PSS

Liga Indonesia
AC Milan Vs Salernitana, Siapa Pantas Gantikan Simon Kjaer?

AC Milan Vs Salernitana, Siapa Pantas Gantikan Simon Kjaer?

Liga Italia
Prediksi Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen: Der Klassiker Penentu Puncak Klasemen

Prediksi Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen: Der Klassiker Penentu Puncak Klasemen

Bundesliga
Usai di Olimpiade Tokyo 2020, Pandemi Covid-19 Masih Jadi Perhatian di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Usai di Olimpiade Tokyo 2020, Pandemi Covid-19 Masih Jadi Perhatian di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Tak Janjikan Timnas Indonesia Juara

Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Tak Janjikan Timnas Indonesia Juara

Liga Indonesia
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.