Kompas.com - 06/01/2018, 15:14 WIB
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, membisikkan sesuatu kepada koleganya di Chelsea, Antonio Conte, setelah duel kedua tim pada partai Premier League di Stadion Stamford Bridge, Minggu (23/10/2016). BEN STANSALL/AFPManajer Manchester United, Jose Mourinho, membisikkan sesuatu kepada koleganya di Chelsea, Antonio Conte, setelah duel kedua tim pada partai Premier League di Stadion Stamford Bridge, Minggu (23/10/2016).
EditorJalu Wisnu Wirajati

 

KOMPAS.com — Perang urat saraf terjadi antara dua pelatih teras Liga Inggris, Antonio Conte dan Jose Mourinho. Manajer Chelsea dan Manchester United itu bertarung lewat kata-kata yang memanaskan rivalitas timnya.

Baru-baru ini, Mourinho dalam sebuah wawancara mengungkapkan alasan dirinya tidak lagi bersikap hiperaktif di pinggir lapangan. Perubahan sikap tersebut lantas memunculkan anggapan bahwa sang nakhoda sudah kehilangan gairah di Manchester United.

"Hanya karena saya tidak bersikap seperti badut, itu berarti saya kehilangan gairah?" demikian kata Mourinho beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: Arsenal Tanpa Didampingi Arsene Wenger dalam Tiga Laga Berikutnya akibat Sanksi)

Conte, yang punya sifat eksplosif, lantas merasa tersinggung dengan kata "badut" yang dilontarkan Mourinho. Ia menyamakan Mou dengan pengidap senile dementia, yakni penyakit yang membuat penderitanya sulit dalam mengingat alias pikun.

"Saya pikir dia harus mengingat kelakuannya pada masa lalu. Mungkin dia sedang membicarakan sikapnya saat dulu, kan?" tutur pria asal Italia itu seperti dikutip Bolasport.com dari Daily Mail, Jumat (5/1/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada beberapa orang yang terkadang lupa dengan kata-kata atau kelakuannya sendiri. Kalau tidak salah, penyakit tersebut namanya senile dementia," kata Conte.

Mourinho pun memilih untuk menganggapi pernyataan Conte dengan santai.

"Saya tidak bilang bahwa saya juga bisa bereaksi berlebihan seperti Antonio Conte," kata Mourinho kepada Sky Sports.

"Saya bertingkah buruk di masa lalu, namun saat ini saya sudah bisa mengontrol diri," ujar Mourinho.

(Baca juga: 'Saya Harap Tidak Ada Lagi Pebalap yang Mewarisi Ketenaran Valentino Rossi!')

Pelatih asal Portugal itu pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengungkit kesalahan terbesar Antonio Conte di masa lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.