Kisah Eka Ramdani, Bersinar dan Berakhir di Persib Bandung

Kompas.com - 19/01/2021, 21:00 WIB
Mantan gelandang Persib Bandung, Eka Ramdani, dalam laga perpisahannya sebelum pensiun pada 2018 lalu. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAMantan gelandang Persib Bandung, Eka Ramdani, dalam laga perpisahannya sebelum pensiun pada 2018 lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Eka Ramdani merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki oleh Persib Bandung.

Sebagai seorang gelandang, Eka memiliki kemampuan yang komplet.

Selain akurasi passing, visi bermain Eka juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Melalui kemampuannya yang terbilang komplet dalam memainkan peran di lini tengah, Eka sering dipanggil memperkuat timnas Indonesia.

Bahkan, sejak usia remaja, Eka sudah sering bolak-balik membela panji merah putih di ajang internasional.

Meski begitu, kesuksesan yang dicapai Eka dalam kariernya sebagai pesepak bola tidaklah diraih secara instan.

Ada proses, perjuangan, dan pengorbanan yang dilalui sebelum nama Eka dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Kisah mengenai perjalanan karier Eka di dunia sepak bola dimulai pada 1997.

Tepatnya, ketika dia memutuskan pindah ke Bandung dan bergabung bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) UNI Bandung.

Bukan keputusan mudah, karena dengan pindah ke Bandung, Eka harus berpisah jauh dari kedua orang tuanya yang tinggal di Purwakarta.

Padahal, pada saat itu, Eka baru berusia 13 tahun.

Akan tetapi, tekadnya untuk serius menekuni sepak bola membuat Eka berani mengambil sejumlah risiko agar mimpinya memperkuat Persib terwujud.

"Jadi saya masuk UNI itu tahun 1997 pas usia 13 tahun. Saya dari Purwakarta pindah ke Bandung," kata Eka kepada Kompas.com melalui sambungan teleponSelasa (19/1/2021).

"Waktu itu, saya di Bandung memang tinggal sendiri. Jadi mengontrak rumah, tidak tinggal di mess pemain."

Baca juga: Pelatih Persib Menyarankan Ada Turnamen yang Digelar Sebelum Liga 1 2021 Bergulir

 

"Sebenarnya memang kendala ya jauh dari orang tua."

"Akan tetapi, sebenarnya saya sudah biasa tinggal sendiri. Dulu saya kan sempat pesantren juga di Kobong, jadi sudah terbiasa tinggal sendiri," sambung dia.

Di SSB UNI, potensi Eka diasah. Dia bahkan sering menambah porsi latihannya agar kemampuannya terus berkembang.

Eka pun sering tampil bersama UNI dalam kompetisi internal Persib.

Hingga akhirnya, bakat Eka terendus oleh tim pelatih timnas Indonesia U-16.

Ketika itu, timnas U-16 sedang dalam masa persiapan tampil dalam gelaran Pra Piala Asia.

Dalam masa persiapan itu, timnas U-16 membutuhkan pemain bertipikal menyerang dan Eka pun dipanggil untuk ikut seleksi.

Eka direkomendasikan oleh Boyke Adam, mantan kiper Persib era 1980-an yang saat itu menjabat pelatih kiper timnas U-16.

Eka mengikuti seleksi tersebut, hingga akhirnya terpilih masuk dalam skuad timnas U-16.

"Alhamdulillah masuk ke skuad timnas dan berangkat ke Nagoya, Jepang untuk main di Pra Piala Asia," ujar Eka.

"Kemudian saya kembali ke UNI ikut Suratin dan ajang lainnya. Setelah itu kembali dipanggil untuk masuk timnas U-19," ungkap Eka.

"Sampai akhirnya bisa masuk ke timnas senior. Pada 2006 itu masuk timnas senior zaman Peter Withe."

"Saya ikut piala kemerdekaan di Malaysia. Setelah itu ikut AFF, Pra Piala Dunia, sama Piala Asia 2007," sambung dia.

Di level klub, Eka justru baru dipanggil untuk memperkuat tim Persib senior pada tahun 2001, saat klub berjulukan Maung Bandung itu ditangani oleh Deny Syamsudin.

Akan tetapi, status Eka pada saat itu masih menjadi pemain magang.

Sayangnya, Eka tak bertahan lama di Persib.

Baca juga: Kans Deden Natshir Kembali ke Skuad Persib Usai Alami Cedera Parah

 

Pada awal musim 2003, ketika tampuk kepelatihan Maung Bandung diambil alih oleh Marek Andrzej Sledzianowski, Eka memilih hengkang.

Sebab, Eka tidak masuk dalam skema permainan pelatih asal Polandia itu.

Marek ingin para pemain lokal yang akan menjadi bagian dari skuad Persib terlebih dahulu menjalani seleksi.

Eka agak keberatan, karena sebenarnya Marek juga cenderung menginginkan pemain berpostur tinggi.

Eka memilih pindah ke Persijatim, bersama Cecep Supriatna.

"Setelah itu, di 2003 saya ke Persijatim. Dulu saya keluar karena harus seleksi lagi," kata Eka.

"Bukannya saya enggak mau seleksi, tetapi waktu itu Marek maunya pemain yang tinggi. Jadi masalah fisik."

"Setelah itu, saya pikir lebih baik saya cari pengalaman dulu di luar. Kemudian, tahun 2005 sampai 2012, saya di Persib," imbuh dia.

Dua musim membela Persijatim, Eka kembali ke Bandung pada 2005.

Sejak saat itu, Eka pun terus menjadi andalan di lini tengah Persib.

Eka bahkan sempat dipercaya menjadi kapten kesebelasan Maung Bandung.

Pergi dan kembali ke Persib

Mantan gelandang Persib Bandung, Eka Ramdani. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA Mantan gelandang Persib Bandung, Eka Ramdani.

Kendati demikian, keputusan mengejutkan kemudian diambil Eka saat dia memutuskan pindah ke Persisam Samarinda pada musim 2011/2012.

Keputusan Eka hengkang dari Persib membuat hati banyak bobotoh remuk.

Mereka tak rela Eka pindah, terlebih dengan statusnya sebagai pemain penting di skuad Persib.

Oleh karena itu, keputusan Eka memilih hijrah dari Persib pun membuatnya "dimusuhi" bobotoh.

Terkait keputusannya pindah dari Persib, Eka enggan membahasnya terlalu dalam.

Bagi Eka, itu adalah warna dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

Setelah memutuskan hijrah dari Persib, Eka mulai berpetualang dengan sempat membela sejumlah klub seperti Persisam, Pelita Bandung Raya (PBR), Semen Padang, hingga Persela Lamongan.

Hingga akhirnya, pada awal musim 2018, secara mengejutkan Eka kembali ke Persib.

Dia masuk ke skuad Persib setelah menjalani serangkaian seleksi.

Pelatih Persib saat itu, Mario Gomez tertarik dengan gaya permainan Eka.

Gomez pun memutuskan untuk memasukan Eka dalam skuad Persib di Liga 1 2018. 

"Sebenarnya, saya sendiri juga tidak menyangka bisa kembali ke Persib pada 2018," ujar Eka.

"Setelah apa yang terjadi dulu, saya sempat merasa, tidak mungkin rasanya saya bisa kembali ke Persib."

"Akan tetapi, Alhamdulillah, ini mungkin takdir Allah, saya bisa kembali ke Persib," tutur Eka.

Bermain selama satu musim membela Persib, Eka kemudian memutuskan pensiun.

Dia gantung sepatu pada akhir musim 2018.

Setelah pensiun, Eka tidak begitu saja meninggalkan dunia sepak bola.

Eka memilih melanjutkan karier sebagai pelatih di SSB UNI Bandung setelah pensiun di Persib Bandung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X