Kompas.com - 23/09/2020, 09:00 WIB
Penyerang Barcelona, Luis Suarez, beraksi pada laga kontra Mallorca di Stadion Son Moix, Mallorca, pada 13 Juni 2020. AFP/JAIME REINAPenyerang Barcelona, Luis Suarez, beraksi pada laga kontra Mallorca di Stadion Son Moix, Mallorca, pada 13 Juni 2020.

Hal ini membuat Luis Suarez dikabarkan marah kepada manajemen Barcelona.

Pada Senin (21/9/2020), Suarez sudah sepakat dengan Atletico Madrid, menyusul Alvaro Morata yang sudah disetujui untuk dipinjamkan ke Juventus.

Namun, pada saat itu juga, Barcelona dikabarkan menjadi ketakutan melihat prospek Suarez bergabung ke Atletico Madrid.

Baca juga: Nasib Suarez: Tersangkut Masalah Ujian Kewarganegaraan, Terancam Gagal ke Juve dan Atletico

Membiarkan penyerang sekaliber Suarez pindah ke salah satu klub rival di Liga Spanyol, apalagi dengan status free transfer, memang bisa menjadi sebuah langkah konyol bagi Barcelona.

Publik masih ingat bagaimana dulu Barcelona melepas David Villa ke Atletico Madrid pada musim panas 2013 dengan harga korting hanya sekitar 5 juta euro.

David Villa kemudian membawa Atletico Madrid menjuarai La Liga pada 2013-2014.

Tak heran, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, kini diberitakan ingin menghalangi-halangi kepindahan Luis Suarez.

Luis Suarez masih berharap bisa segera bergabung Atletico Madrid dan bermain di bawah arahan Diego Simeone.

Ia tak mengerti lagi alasan Barcelona menahan-nahan dirinya untuk pergi ke Atletico Madrid.

Luis Suarez kini ingin menggelar konferensi pers bersama pengacaranya untuk menjelaskan situasi yang dialaminya saat ini.

Sementara itu, di sisi lain, Suarez juga mendapatkan tuduhan melakukan kecurangan saat ujian mendapatkan kewarganegaraan Italia.

Menurut laporan Tuttomercatoweb.com yang dilansir BolaSport.com, Luis Suarez telah bersekongkol dengan pihak penyelenggara untuk menyepakati soal ujian yang akan diberikan.

Bahkan, mantan pemain Liverpool itu dikabarkan sudah mendapat nilai sebelum tes berlangsung.

Kasus Luis Suarez ini masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh Kepolisian Italia Bagian Sepak Bola, Fiamme Gialle, dan Kantor Kejaksaan Umum Perugia. (Bagas Reza Murti)

Halaman:


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X