Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Tak Kaget Garuda Pertiwi Kewalahan

Kompas.com - 08/05/2024, 19:15 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Diskusi terkait kekalahan telak 1-6 Timnas U17 Putri Indonesia di Piala Asia U17 Wanita 2024 membuat mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Nilmaizar, Fabio Oliviera, ikut berpendapat.

Menurutnya, kekalahan Claudia Scheunemann dkk bukanlah hal mengherankan karena sepak bola wanita di Indonesia tidak terkelola dengan baik di Tanah Air.

Salah satu indikasi utama jelas adalah tidak adanya kompetisi resmi. Kompetisi tidak hanya ajang mengukir prestasi, namun juga ekosistem yang membentuk pemain lebih matang dari segi teknik, fisik dan juga mental.

Selain itu kompetisi juga menjadi bagian seleksi alam yang mendorong munculnya individu potensial dan berkualitas.

“Kita semua tahu Piala Asia U17 Putri ini adalah kesempatan baik untuk dapat tiket ke Piala Dunia U17 Putri. Tapi, kita harus sadar juga bahwa membentuk tim putri kuat tanpa kompetisi hampir mustahil,” ujar Fabio Oliviera kepada Kompas.com.

Baca juga: Piala Asia U17 Putri 2024: Claudia Scheunemann dkk Tingkatkan Kecepatan

Sebagai mantan pemain dan pelatih yang sudah 30 tahun mengabdi untuk sepak bola Indonesia, ia menegaskan Jamrud Khatulistiwa tidak pernah kekurangan potensi.

Contohnya, adalah Claudia Scheunemann yang tampil menonjol pada pertandingan melawan Filipina. Indonesia juga punya beberapa pemain wanita yang sempat menonjol di level lebih senior seperti Shafira Ika dan Zahra Muzdalifah.

Tapi, ia menegaskan sepak bola adalah pertandingan 11 melawan 11.

Seluruh anggota tim mempunyai peran masing-masing untuk menciptakan sebuah permainan berorientasi kemenangan.

“Claudia usianya baru 15 tahun tapi sudah kumpulkan banyak gelar individu. Walaupun kalah lawan Filipina, Claudia bisa cetak gol kelas dunia di pertandingan,” kata mantan asisten pelatih Persela Lamongan tersebut.

“Sayang, berharap hanya pada Claudia tidak akan cukup untuk timnas putri bisa tampil konsisten dan bisa meraih kemenangan,” tegasnya.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Korea Selatan di Piala Asia U17 Putri 2024

Menurutnya jalan tim besutan Satoru Mochizuki untuk menggapai prestasi masih sangat jauh.

Alhasil, Piala Asia U17 Putri 2024 ini bakal diingat sebagai turnamen di mana federasi menurunkan tim nasional tanpa adanya kompetisi yang mendukung.

Hal ini akan tentu membuka mata mengenai kekurangan dan kelebihan sepak bola wanita agar bisa menjadi bahan evaluasi bersama.

“Kompetisi tidak ada, cari pemain dengan sistem seleksi daerah kurang efektif. Pelatih dari Jepang tidak bisa bahasa Inggris dan tidak bisa bahasa Indonesia,” pungkasnya. 

"Ini hal-hal perlu mendapatkan perhatian dan dipikirkan."

Laga kedua Timnas U17 Putri Indonesia adalah  menghadapi Korea Selatan di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (9/5/2024) malam WIB.

Laga ini dipastikan berat karena Korea Selatan mempunyai pengalaman di ajang ini.

Negeri Gingseng tersebut tercatat pernah sekali juara pada edisi 2009, menjadi runner up pada 2017, juara ketiga 2007 serta dua kali empat besar tahun 2005 dan 2011.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Southampton Kembali ke Premier League, Pembuktian Pelatih 'Tidak Seksi'

Southampton Kembali ke Premier League, Pembuktian Pelatih "Tidak Seksi"

Liga Inggris
Pratama Arhan Debut di Suwon FC, Mentas 3 Menit, Kena Kartu Merah

Pratama Arhan Debut di Suwon FC, Mentas 3 Menit, Kena Kartu Merah

Internasional
Southampton Promosi ke Premier League, Libas Leeds di Final Play-off

Southampton Promosi ke Premier League, Libas Leeds di Final Play-off

Liga Inggris
Bonucci Ucap Selamat Tinggal kepada Sepak Bola

Bonucci Ucap Selamat Tinggal kepada Sepak Bola

Liga Italia
Mbappe Tak Tergantikan di PSG, Enrique Butuh 6 Rekrutan Baru

Mbappe Tak Tergantikan di PSG, Enrique Butuh 6 Rekrutan Baru

Liga Lain
Jadwal Leg 2 Final Liga 1 Madura United Vs Persib: Modal Apik Maung

Jadwal Leg 2 Final Liga 1 Madura United Vs Persib: Modal Apik Maung

Liga Indonesia
Top Skor Liga 1, David da Silva Mantap di Puncak Usai Bobol Madura United

Top Skor Liga 1, David da Silva Mantap di Puncak Usai Bobol Madura United

Liga Indonesia
Hasil Persib Vs Madura United 3-0: Da Silva 'Sakti', Maung Pesta

Hasil Persib Vs Madura United 3-0: Da Silva "Sakti", Maung Pesta

Liga Indonesia
Klasemen MotoGP 2024 Usai GP Catalunya 2024: Bagnaia Tempel Jorge Martin

Klasemen MotoGP 2024 Usai GP Catalunya 2024: Bagnaia Tempel Jorge Martin

Motogp
Malaysia Masters 2024: Rinov/Pitha Lawan 'Om' Sendiri, Modal Olimpiade

Malaysia Masters 2024: Rinov/Pitha Lawan "Om" Sendiri, Modal Olimpiade

Badminton
HT Persib Vs Madura United: Dua Tim Buntu di Babak Pertama, Skor 0-0

HT Persib Vs Madura United: Dua Tim Buntu di Babak Pertama, Skor 0-0

Liga Indonesia
Hasil MotoGP Catalunya 2024: Bagnaia No 1 Usai Salip Martin, Marquez Podium

Hasil MotoGP Catalunya 2024: Bagnaia No 1 Usai Salip Martin, Marquez Podium

Motogp
Klub Maarten Paes FC Dallas Sambut Bendera Indonesia dengan Cinta

Klub Maarten Paes FC Dallas Sambut Bendera Indonesia dengan Cinta

Liga Lain
Alasan Kompany Cocok Jadi Pelatih Bayern Muenchen

Alasan Kompany Cocok Jadi Pelatih Bayern Muenchen

Bundesliga
Inter Miami Menang Tanpa Messi, Reaksi Keras Fans, Martino Minta Maaf

Inter Miami Menang Tanpa Messi, Reaksi Keras Fans, Martino Minta Maaf

Liga Lain
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com