Kompas.com - 01/11/2019, 05:40 WIB
Pelatih baru Persebaya Surabaya Aji Santoso (kanan) berdiskusi dengan Uston Nawawi pada latihan rutin di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (31/10/2019) sore. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYUPelatih baru Persebaya Surabaya Aji Santoso (kanan) berdiskusi dengan Uston Nawawi pada latihan rutin di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (31/10/2019) sore.


SURABAYA, KOMPAS.com - Aji Santoso mengaku gembira bisa kembali mengarsiteki Persebaya Surabaya. Baginya, jabatan ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. 

Aji Santoso resmi menjadi pelatih setelah Wolfgang Pikal memutuskan mundur usai tumbang di tangan PSS Sleman, Selasa (29/10/2019).

Pelatih asal Austria tersebut menjadi korban kesekian panasnya jabatan pelatih di Persebaya.

Sebelumnya, ada Angel Alfredo Vera yang dipecat akhir musim lalu. Lalu dilanjutkan dengan Djadjang Nurdjaman yang juga dilengserkan pada pertengahan musim ini.

Baca juga: Resmi, Persebaya Surabaya Tunjuk Aji Santoso sebagai Pelatih Baru

Kendati panas, Aji justru sama sekali tidak khawatir. Bagi pelatih asal Malang tersebut, Persebaya sudah menjadi rumah sendiri.

“Melatih Persebaya adalah dream come true, impian yang menjadi kenyataan. Karena dulu ketika masih menjadi pemain saya dibesarkan di Persebaya dan membesarkan Persebaya,” kata Aji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Aji juga bakal bereuni dengan dua rekan seangkatannya yang kini menjadi staff pelatih, Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi.

Ketiganya merupakan pemain beda generasi yang bersama-sama mengantarkan Bajul Ijo jawara tahun 1997 silam.

Baca juga: Bonek Sebut Mourinho Lagi Menganggur sehingga Bisa Direkrut Persebaya

Ini bukan kali pertama Aji Santoso menangani Persebaya.

Sebelumnya, pelatih berusia 49 tahun ini juga sempat menemani Persebaya mengarungi babak play off Liga Super Indonesia tahun 2009 silam.

Dua tahun kemudian, ia kembali membawa Persebaya berlaga di LPI (Liga Primer Indonesia). Sayang, kompetisi berakhir dengan pilu dan mati suri.

“Menurut saya Persebaya sudah tidak asing dengan saya. Saya benar-benar memahami keinginan suporter, bagaimana keinginan tim ini, dan insya Allah saya paham dengan karakter Persebaya,” tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.