China Open 2019, Perjuangan Ahsan Tahan Cedera Betis di Kedua Kakinya

Kompas.com - 21/09/2019, 20:40 WIB
Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra keluar menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15. FABRICE COFFRINIGanda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ahsan/Hendra keluar menjadi juara dunia ganda putra usai menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda putra, Mohammad Ahsan, sedang dalam kondisi fisik yang kurang prima. Meski begitu, dia dan pasangannya, Hendra Setiawan, sukses menembus final China Open 2019.

Ahsan/Hendra memastikan partai puncak China Open 2019 setelah menang 22-20, 21-11 atas wakil tuan rumah, Li Jun Hui/Liu Yu Chen, dalam laga semifinal di Guangzhou, Sabtu (21/9/2019). 

Baca juga: Erick Thohir Tertarik Jajaki Saham Klub Persis Solo

Dalam kondisi tidak fit akibat cedera betis kaki kanan dan kiri yang didapat saat laga babak kedua, Ahsan bersama Hendra memaksakan diri untuk terus berjuang menembus final.

"Kondisi kaki saya masih sama, tadi enggak banyak reli dan memang sengaja sebisa mungkin tidak banyak bergerak," ujar Ahsan yang dikutip dari Badminton Indonesia.

"Memang kami sengaja ubah strategi karena pergerakannya terbatas," tutur dia melanjutkan.

Strategi yang diterapkan Ahsan/Hendra berhasil. Mereka sukses merepotkan pasangan Li/Liu.

Ahsan menuturkan, kemenangan pada laga gim pertama menjadi salah satu faktor yang membuatnya dan Hendra percaya diri.

"Kuncinya tadi di gim pertama. Setelah menang di gim pertama, kami jadi lebih tenang saat gim kedua," ujar Ahsan.

Sementara itu, Hendra mengaku tak menyangka bisa menang straight game atau dua gim langsung atas Li/Liu.

Ia pun mengaku sempat kurang diuntungkan pula dengan kondisi angin di lapangan, terutama pada gim pertama.

"Memang lapangannya ada angin, tadi di gim pertama kami 'kalah angin'. Kami kaget juga bisa menang dua game langsung," tutur Hendra.

"Gim keduanya cukup mudah, mungkin mereka (Li/Liu) sedang enggak enak mainnya," tutur Hendra.

Keberhasilan Ahsan/Hendra mencapai final China Open 2019 memastikan satu gelar juara sektor ganda putra untuk Indonesia.

Baca juga: Zidane Ambil Keputusan yang Bikin Geram Petinggi Real Madrid

Pasalnya, pada laga final nanti, Ahsan/Hendra akan menghadapi salah satu dari pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Selain itu, Ahsan/Hendra juga menorehkan rekor belum pernah terkalahkan pada babak semifinal sepanjang tahun 2019.

"Untuk final besok, kami berharap yang terbaik saja, kami senang bisa terjadi all Indonesian final lagi setelah terakhir di Japan Open 2019," kata Hendra.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X