Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Widodo Tak Larang Pemain Arema FC Lihat Klasemen, Fokus Chemistry

Kompas.com - 20/02/2024, 08:19 WIB
Suci Rahayu,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

KOMPAS.comArema FC saat ini masih tertahan di zona degradasi Liga 1 2023-2024, yaitu posisi ke-16 dengan perolehan 21 poin pada klasemen Liga 1.

Pelatih Widodo Cahyono Putro tidak mempermasalahkan pemain untuk melihat posisi tim di klasemen. Hanya, ia tidak ingin Johan Ahmad Farizi dkk terbebani dengan peringkat tim saat ini.

Sebab, baginya yang paling penting adalah pemain bisa fokus menatap laga selanjutnya untuk bisa memetik hasil positif dan mengembalikan tim ke jalur kemenangan.

"Saya enggak melarang pemain melihat klasemen. Kami masih di bawah, ngapain dilarang-dilarang. Kami itu profesional, jadi jangan dilarang karena kami ini kan sudah tahu," tutur Widodo.

"Ya itulah saya mencoba ke sini, saya bukan pelatih hebat,” tutur mantan pelatih Persita Tangerang itu.

Baca juga: Sorotan Widodo untuk Maksimalkan Predator Arema FC, Lokolingoy

Fokus Widodo C Putro saat ini adalah membangun chemistry pemain agar lebih kompak untuk bekerja keras menyelamatkan tim berjuluk Singo Edan itu dari ancaman turun kasta di akhir musim.

Ia menilai yang dibutuhkan tim adalah kekompakan untuk bagaimana bisa keluar dari situasi sulit dengan kembali berusaha memenangi setiap laga tersisa di kompetisi Liga 1 2023-2024.

"Saya mencoba membangun chemistry. Itu bukan hanya di tim, pemain, pelatih, manajemen juga chemistry harus sejalan dan bersama-sama," ujar pelatih berlisensi AFC Pro itu.

"Kebersamaan bukan hanya di pemain, juga di pelatih, staf, dan manajemen menjadi hak, kewajiban, dan kebutuhan. Jangan sampai karena kami harus keluar zona degradasi ini, kalau perilakunya sama dengan kemarin, tidak ada perbedaan ya percuma saya datang ke sini," ucapnya.

"Harus ada perlakuan yang berbeda," tutur Widodo.

Baca juga: Arema FC Yakin Lepas dari Zona Degradasi, Widodo CP Picu Semangat Baru

Sejak dipercaya menangani Arema FC pada akhir Januari lalu, Widodo Cahyono Putro melihat chemistry dan mood pemain menjadi pekerjaan rumah yang dalm proses diselesaikan.

Permasalahan tersebut dirasa menjadi penyebab dari inkonsistensi performa tim selama ini.

"Kalau melihat, ya masalah chemistry, antusias pemain di setiap latihan kalau saya melihatnya itu. Saya instruksikan ke pemain, saya melihat di latihan harus antusias," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi membangun chemistry, kebersamaan, sifat respek antarpemain," tuturnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bali United Fokus Laga Terdekat, Tak Ingin Remehkan Keadaan Lawan

Bali United Fokus Laga Terdekat, Tak Ingin Remehkan Keadaan Lawan

Liga Indonesia
Zlatan Ibrahimovic dan Pendekatan 'Model Ajax' di AC Milan

Zlatan Ibrahimovic dan Pendekatan "Model Ajax" di AC Milan

Liga Italia
Timnas U23 Australia Bidik Juara Piala Asia U23 dan Tiket Olimpiade

Timnas U23 Australia Bidik Juara Piala Asia U23 dan Tiket Olimpiade

Internasional
Persib Mulai Panaskan Mesin Jelang Lawan Persita, Persiapan Dua Hari..

Persib Mulai Panaskan Mesin Jelang Lawan Persita, Persiapan Dua Hari..

Liga Indonesia
Syarat Messi Main di Piala Dunia Klub 2025, Belum Resmi walau Ada Peluang

Syarat Messi Main di Piala Dunia Klub 2025, Belum Resmi walau Ada Peluang

Liga Lain
Sorotan AFC terhadap Empat Pemain Indonesia Jelang Piala Asia U23 2024

Sorotan AFC terhadap Empat Pemain Indonesia Jelang Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Sananta Naik Daun Bersama Timnas Indonesia, Milo Beri Peringatan

Sananta Naik Daun Bersama Timnas Indonesia, Milo Beri Peringatan

Timnas Indonesia
Italia 99,8 Persen Mengunci Slot 5 Tim di Liga Champions Musim Depan

Italia 99,8 Persen Mengunci Slot 5 Tim di Liga Champions Musim Depan

Liga Champions
Ten Hag Sebut Lini Belakang Man United Jadi Alasan Sulit Bersaing

Ten Hag Sebut Lini Belakang Man United Jadi Alasan Sulit Bersaing

Liga Inggris
Leverkusen di Ambang Juara, Xabi Alonso Hanya Perlu Satu Kemenangan Lagi

Leverkusen di Ambang Juara, Xabi Alonso Hanya Perlu Satu Kemenangan Lagi

Bundesliga
Kiper Sempurna? Gabungkan Saja Buffon dan Dida

Kiper Sempurna? Gabungkan Saja Buffon dan Dida

Liga Italia
Hasil Practice MotoGP Amerika: Martin Pertama, Vinales-Marquez Menyusul

Hasil Practice MotoGP Amerika: Martin Pertama, Vinales-Marquez Menyusul

Motogp
Lin Jarvis Tinggalkan Yamaha Akhir Musim 2024

Lin Jarvis Tinggalkan Yamaha Akhir Musim 2024

Motogp
Piala Asia U23 2024, Ada Mimpi STY Bawa Timnas Indonesia ke Olimpiade

Piala Asia U23 2024, Ada Mimpi STY Bawa Timnas Indonesia ke Olimpiade

Timnas Indonesia
Jadwal BAC: Jonatan Christie Jumpa Shi Yu Qi, Asa Terakhir Indonesia

Jadwal BAC: Jonatan Christie Jumpa Shi Yu Qi, Asa Terakhir Indonesia

Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com