Rekrut Mario Mandzukic, AC Milan Dipuji Striker Legendaris Juventus

Kompas.com - 18/01/2021, 14:40 WIB
Penyerang Juventus, Mario Mandzukic (kiri), berebut bola dengan bek AC Milan, Leonardo Bonucci, dalam laga final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma pada 9 Mei 2018.
TIZIANA FABI/AFPPenyerang Juventus, Mario Mandzukic (kiri), berebut bola dengan bek AC Milan, Leonardo Bonucci, dalam laga final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma pada 9 Mei 2018.
|

KOMPAS.com - Striker legendaris Juventus, Alessandro Del Piero, melayangkan pujian kepada AC Milan terkait transfer Mario Mandzukic.

Kepindahan Mario Mandzukic ke AC Milan tinggal menunggu hitam di atas putih.

Mandzukic hari ini (18/1/2021) dijadwalkan menjalani tes medis sebagai pelengkap berkas proses transfernya ke AC Milan.

Keberhasilan AC Milan mendatangkan Mandzukic mengundang pujian dari striker legendaris Juventus, Alessandro Del Piero.

Del Piero, yang masih menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Juventus, menyebut AC Milan telah melakukan transaksi cerdas.

“Transfer Mandzukic adalah transaksi bagus, sangat bagus di mata saya,” kata Del Piero.

Baca juga: Tes Medis Terjadwal, Mandzukic Selangkah Lagi Jadi Senjata AC Milan

“Mandzukic adalah pemain yang sangat bagus dalam hal teknik, tapi juga memiliki daya juang tinggi. Mandzukic akan menyatu secara baik dengan Milan, sebab dirinya mengenal sepak bola Italia,” tutur Del Piero melanjutkan.

Liga Italia memang bukanlah ranah asing buat Mandzukic. Sang striker Kroasia berusia 34 tahun tersebut pernah membela panji Juventus selama empat tahun pada rentang 2015-2019.

Bersama Juventus, Mandzukic mencaplok empat titel juara Liga Italia, tiga trofi Coppa Italia, dan sempat mengantar klub sampai final Liga Champions 2016-2017.

I Diavolo Rosso, julukan AC Milan, tak perlu merogoh kocek untuk mendatangkan Mandzukic mengingat sang striker jangkung berstatus bebas transfer.

Pada Juli 2020 silam, Mandzukic sepakat untuk mengakhiri kontrak dengan klub Qatar, Al-Duhail, setelah hanya sempat mentas sebanyak 10 pertandingan.

Niat Mandzukic mencicipi sepak bola Qatar dipicu oleh ketiadaan kans bermain saat Juventus dipegang oleh Maurizio Sarri pada musim 2019-2020.

Mandzukic menjadi solusi murah meriah AC Milan yang beberapa kali mengalami kekurangan amunisi senior di sektor depan musim ini.

Baca juga: Soualiho Meite Berlabuh, Kenapa AC Milan Suka Rekrut Pemain Perancis?

Menjadi pelapis atau tandem Zlatan Ibrahimovic bukanlah masalah buat Mandzukic.

Eks striker Bayern Muenchen dan Atletico Madrid tersebut punya modal fleksibilitas dan sempat rutin menjadi penyerang sayap kiri semu saat Juventus dibesut Massimiliano Allegri.

Artinya, Mandzukic punya ruang dalam skema 4-2-3-1 AC Milan racikan Stefano Pioli.

Ia dapat menjadi alternatif untuk Ibrahimovic di pos bomber, atau menyisir sisi kiri sebagai bagian dari trisula penopang ujung tombak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X