Mengapa Solskjaer Berharap Penonton Hadir Langsung di Stadion?

Kompas.com - 27/06/2020, 21:29 WIB
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dalam laga Man United vs Club Brugge pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa 2019-2020. AFP/CLIVE BRUNSKILL / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGESPelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dalam laga Man United vs Club Brugge pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa 2019-2020.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Penundaan sementara kompetisi Liga Inggris lantaran pandemi corona membuat manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer punya pandangan tersendiri.

Solskjaer mengatakan, merosotnya pendapatan klub, salah satunya dilandasi oleh larangan penonton menyaksikan langsung laga di stadion.

Paul Pogba dan Bruno Fernandes dalam laga Tottenham vs Manchester United.POOL / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP Paul Pogba dan Bruno Fernandes dalam laga Tottenham vs Manchester United.

Baca juga: Jika Ingin Juara, Manchester United Diminta Datangkan Harry Kane

Baca juga: Solskjaer Soal Lingard: Kita Lihat Saja Apa yang Bisa Terjadi di Masa Depan

Sementara, kemungkinan besar hingga kompetisi usai, laga-laga di Liga Inggris digelar di stadion tanpa disaksikan langsung oleh penonton.

Anthony Martial dan Paul Pogba merayakan gol Manchester United ke gawang Sheffield United pada lanjutan pekan ke-31 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Kamis (25/6/2020).AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL STEELE Anthony Martial dan Paul Pogba merayakan gol Manchester United ke gawang Sheffield United pada lanjutan pekan ke-31 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Kamis (25/6/2020).

Kebijakan ini diambil berdasarkan protokol pencegahan merebaknya pandemi corona sebagaimana sudah ditetapkan oleh pemerintah Inggris.

Laporan keuangan terkini MU menunjukkan, pada pendapatan kuartal terkini, ada kehilangan banyak uang.

Ilustrasi: virus corona juga merebak di Eropa. Warga-warga mengenakan masker.Shutterstock Ilustrasi: virus corona juga merebak di Eropa. Warga-warga mengenakan masker.

Angkanya mencapai 23 juta poundsterling atau sekitar Rp 402,5 miliar.

Lantaran itulah, manajemen MU mulai kembali menyusun strategi keuangannya.

Hal ini dilakukan agar klub bisa memiliki dana cukup dalam jual beli pemain untuk musim 2020-2021 mendatang.

David de Gea sebelum laga Tottenham vs Manchester United, Sabtu (20/6/2020) dini hari WIB.SHAUN BOTTERILL / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP David de Gea sebelum laga Tottenham vs Manchester United, Sabtu (20/6/2020) dini hari WIB.

Sementara itu, MU sejauh ini juga mesti mengurangi beban utang yang angkanya mencapai 429 juta poundsterling.

Bertolak dari situlah, Solskjaer berharap agar laga kembali seperti semula, disaksikan langsung oleh penonton.

"Mari kita lihat seberapa cepat kami bisa mendapatkan kembali para suporter yang menonton langsung di stadion," kata Ole Gunnar Solskjaer.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X