Lompatan Tinggi Dedik Setiawan dari Pemain Tarkam ke Timnas Indonesia

Kompas.com - 01/06/2020, 08:20 WIB
Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, merayakan golnya yang ia cetak saat melawan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan (26/7/2019) pada lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2019. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPenyerang Arema FC, Dedik Setiawan, merayakan golnya yang ia cetak saat melawan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan (26/7/2019) pada lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2019.

MALANG, KOMPAS.com - Kerja keras tidak pernah menghianati hasil, itulah perumpamaan yang cocok menggambarkan perjalanan karier penyerang Arema FC, Dedik Setiawan.

Kerja keras mampu mengangkat status Dedik Setiawan dari seorang pemain sepak bola antar kampung (tarkam) ke timnas Indonesia. Hebatnya, perubahan itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun saja.

Bakat sepak bola Dedik Setiawan sebenarnya sudah terendus sejak masih belia.

Pada 2013, Dedik sudah mewakili Kabupaten Malang dan berhasil menjadi juara di Porprov Banyuwangi.

Capaian tersebut membuat Persekam Metro FC mengajak dia bergabung.

Baca juga: 7 Fakta Menarik di Balik Satu Dekade Gelar Juara Arema

Meskipun sudah menjadi pemain profesional, saat itu Dedik masih sering bermain dari kampung ke kampung.

Itu dia lakukan untuk mencari tambahan uang di tengah banyaknya waktu libur kompetisi maupun sekadar menjaga kondisi.

Karier Dedik mulai berubah sejak bergabung ke Arema FC pada 2016.

Kariernya terus melesat hingga akhirnya ia dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.

Kesempatan tersebut membuat mimpi pemain asal Kabupaten Malang itu menjadi kenyataan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X