Kompas.com - 18/05/2020, 10:00 WIB
Harsiwi Achmad (Direktur Programing Surya Citra Media), Cucu Soemantri (Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru), Zainudin Amali (Menpora), Mochamad Iriawan (Ketua Umum PSSI), dan Pandu P Sjahrir (Presiden Komisaris SEA Group) (kiri ke kanan) dalam acara press conference dan launching Shopee Liga 1 2020, Senin (24/2/2020). Kompetisi sepak bola Liga 1 musim 2020 akan diikuti 18 klub di Indonesia yang berlangsung dari 29 Februari hingga 1 November 2020, dan akan dibuka dengan laga Persebaya Surabaya vs Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGHarsiwi Achmad (Direktur Programing Surya Citra Media), Cucu Soemantri (Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru), Zainudin Amali (Menpora), Mochamad Iriawan (Ketua Umum PSSI), dan Pandu P Sjahrir (Presiden Komisaris SEA Group) (kiri ke kanan) dalam acara press conference dan launching Shopee Liga 1 2020, Senin (24/2/2020). Kompetisi sepak bola Liga 1 musim 2020 akan diikuti 18 klub di Indonesia yang berlangsung dari 29 Februari hingga 1 November 2020, dan akan dibuka dengan laga Persebaya Surabaya vs Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/2/2020).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kinerja Cucu Somantri sebagai Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang mendapatkan sorotan.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI tersebut dinilai tidak bisa menjalankan roda perusahaan dengan baik dan mempraktikkan nepotisme.

Hal ini membuat jajaran direksi menjadi gerah sehingga mendesak kinerja Direktur Utama dievaluasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga: Persib Bandung Berharap Nasib Liga 1 2020 Diputuskan Secara Bijak

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano memberikan komentarnya.

Dia mengakui belum mendapatkan detail mengenai isu tersebut karena merasa sejauh ini PT LIB sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

"Kami dengar-dengar isu bahwa ada upaya untuk menggantikan beberapa komisaris dan pimpinan LIB, entah info itu benar atau tidak, kami belum tahu," kata Benhur yang juga menjabat sebagai Walikota Jayapura tersebut.

"Kalau tidak benar ya kami bersyukur, karena menurut kami sejauh ini sudah berjalan baik. Tetapi kalau info itu benar, pasti akan sulit mencari orang-orang yang profesional dan kompeten untuk menjalankan roda kompetisi, apalagi menangani finansial LIB, perlu transparansi," tutur dia.

Meskipun menyayangkan kejadian ini, Benhur menilai langkah tegas perlu diambil jika memang isu tersebut terbukti.

Benhur Tomi Mano juga mengusulkan agar nantinya reformasi petinggi PT LIB sesuai dengan usulan Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.

Baca juga: Soal Kelanjutan Kompetisi, Ketum Persipura: Jangan Egois

Dia menilai sudah saatnya PT LIB diserahkan kepada pihak yang netral dan juga berkompeten sehingga menghindari rangkap jabatan dan politik kepentingan.

"Kami sependapat dengan Madura United, lebih baik jangan dari PSSI dan juga jangan yang terafiliasi dengan klub agar terhindar dari interest, tidak rangkap jabatan. Kecuali posisi komisaris," ucap pria berusia 55 tahun itu.

"Harus orang yang profesional, punya pengalaman menangani ajang sepak bola skala nasional, dan bila memungkinkan yang pernah bekerja di bidang yang sama. Itu pun perlu kita minta komitmennya untuk transparan dalam hal keuangan," kata Benhur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.