Ikuti Imbauan PSSI, Persib Bandung Pangkas Gaji Pemain

Kompas.com - 08/04/2020, 19:47 WIB
Tim Persib Bandung. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHATim Persib Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung mengambil kebijakan untuk memangkas gaji pemain mereka hingga 25 persen selama masa penangguhan Shopee Liga 1 2020. Hal tersebut disampaikan oleh manajer Persib, Umuh Muchtar.

Seperti diketahui, saat ini seluruh kegiatan di kompetisi sepak bola Indonesia sedang ditangguhkan penyelenggaraannya.

Kebijakan penangguhan diambil lantaran pandemi wabah virus corona yang menyerang Indonesia.

Kebijakan pemangkasan gaji pemain oleh klub selama masa penundaan kompetisi pun sudah disetujui oleh PSSI.

Induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut mengizinkan klub menerapkan kebijakan pemotongan gaji pemain selama masa penundaan, maksimal 25 persen dari nilai kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Baca juga: Voting Game Persib Vs Wakil India, PSSI Turun Tangan

"Ini kan kebijakan dari PT (manajemen) mengambil keputusan karena sesuai anjuran dari PSSI. Takutnya kena sanksi dari PSSI atau bagaimana. Makanya ikuti dulu saja aturan," kata Umuh, saat dihubungi wartawan, Rabu (8/4/2020).

Umuh tidak tahu persis sampai kapan pemotongan gaji pemain akan berlangsung. Dia memprediksi pemangkasan tersebut berlaku selama dua sampai tiga bulan.

Ia pun berharap pandemi virus corona di Indonesia segera mereda agar situasi kembali normal dan kompetisi dilanjutkan.

"Mungkin dua sampai bulan. Sekarang April, terus nanti Mei sampai Juni. Siapa tahu cuma satu atau dua bulan kan sudah selesai akan menjadi lebih baik," tutur Umuh.

Terkait respons dari pemain, Umuh mengatakan kalau mereka bisa menerima kebijakan tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X