Ketum PSSI Bicara Soal Pemotongan Gaji dan Kesejahteraan Pemain di Tengah Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 15:15 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memberi arahan di rapat luar biasa yang dihadiri pengurus PT LIB serta manajer tim Liga 1 dan Liga 2 di Hotel Fairmount, Senin 16 Maret 2020. DOK. PSSIKetua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memberi arahan di rapat luar biasa yang dihadiri pengurus PT LIB serta manajer tim Liga 1 dan Liga 2 di Hotel Fairmount, Senin 16 Maret 2020.

KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berbicara  mengenai keputusan pemangkasan gaji dan kesejahteraan pesepak bola Indonesia di tengah pandemi virus corona pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI yang diadakan secara teleconference pada Rabu (8/4/2020).

Ia mengatakan bahwa pemangkasan gaji mencapai 25 persen itu sudah dibicarakan dan disepakati semua pihak. Selain itu, ia mengatakan bahwa kesejahteraan pemain menjadi "tanggung jawab maksimal" pihak klub.

Kompetisi Shopee Liga 2 2020 dan Liga 2 tengah berhenti di tengah wabah Covid-19 yang tengah menyerang dunia dan tak terkecuali Indonesia.

Melalui Surat Keputusan pada 27 Maret 2020, Ketum PSSI telah menetapkan bahwa status pemberhentian kompetisi adalah karena Keadaan Kahar (Force Majeure) terkait Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana akibat wabah Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Damiano Tommasi Bahas Situasi Genting di Serie C dan Serie D

Alhasil, Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 dihentikan sampai tanggal 29 Mei 2020.

Apabila Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana diperpanjang oleh Pemerintah RI, maka PSSI akan membatalkan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.

Pada surat sama, PSSI juga menetapkan bahwa klub dapat membayar para pemain mereka maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di kontrak kerja untuk bulan Maret, April, Mei, Juni.

Keputusan ini sempat mendapat respon negatif dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Melalui kuasa hukumnya, Riza Hufaida, APPI berharap PSSI meninjau kembali SK yang telah dikeluarkan.

"PSSI mau meninjau kembali SK tersebut dan kami para pihak duduk bareng untuk membicarakan win-win solution terhadap masalah ini," kata Riza saat dihubungi BolaSport.com, Sabtu (28/3/2020).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X