Jangan Sampai Piala Presiden Bikin Timnas Indonesia Babak Belur di Piala AFF 2020

Kompas.com - 21/12/2019, 20:40 WIB
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat menyaksikan skuad asuhannya pada laga Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/Garry LotulungPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat menyaksikan skuad asuhannya pada laga Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (9/5/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

"Saya bicara dengan jelas bahwa Piala Presiden itu tidak bagus karena berkompetisi di pramusim, sebelum bertanding di kompetisi yang sesungguhnya," ucap dia lagi.

Sebagai pengingat, pelaksanaan Liga 1 2019 dilakukan dalam jadwal yang tidak ideal.

Pasalnya, 34 pekan pertandingan harus dilaksanakan sekitar delapan bulan, dimulai pertengahan Mei dan harus berakhir 22 Desember.

Itu belum termasuk libur lebaran, FIFA Match Day, benturan dengan jadwal Piala Indonesia dan Piala AFC, hingga penundaan akibat situasi politik dan keamanan.

Akibatnya, jarak antar satu pertandingan ke pertandingan berikutnya menjadi sangat sempit dan membuat pemain kelelahan.

Baca juga: Timnas Indonesia Kalah Lagi, Salah Siapa?

Kondisi inilah yang banyak dikeluhkan para pelatih, dari mulai pelatih klub-klub Liga 1 hingga Simon McMenemy, mantan pelatih timnas Indonesia yang harus dipecat akibat buruknya penampilan timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Sebelum dimulainya Kualifikasi Piala Dunia 2022, McMenemy sempat mengeluhkan kondisi pemainnya yang tidak dalam kondisi bugar.

Ada salah satu faktor yang tak henti-hentinya dilontarkan McMenemy, yakni jadwal kompetisi yang tidak ideal.

"Tanpa mengurangi rasa hormat buat klub Indonesia, kondisi fisik pemain yang datang dari liga tak terlalu bagus," ujar McMenemy sehari jelang lawan Vietnam, Senin (14/10/2019).

McMenemy pun meminta kepada para pemegang kebijakan sepak bola nasional untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X