Bepe Pensiun, yang Tak Ingin Ada Bambang Pamungkas Selanjutnya...

Kompas.com - 18/12/2019, 10:58 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (tengah) mengangkat kostum miliknya yang dibingkai usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. ANTARA/M RISYAL HIDAYATPesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (tengah) mengangkat kostum miliknya yang dibingkai usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

"Dalam setiap munculnya talenta pesepak bola baru, kita selalu menggunakan istilah "The Next" untuk mengungkapkan bentuk atensi, kekaguman, atau dukungan kita terhadap bakat tersebut," tulis Bambang dalam situs resminya pada November 2019 lalu.

"Hal yang sejak dulu (saya masih muda) saya tidak setuju. The next ini dapat atau boleh diartikan dengan berikutnya, selanjutnya, atau penerus," lanjutnya.

"Menurut pendapat saya (kalau ada yang tidak setuju tentu boleh), predikat "the next" ini kok seperti 'merendahkan'. Maksud saya begini, ambil contoh misalnya ada talenta pesepak bola potensial, katakanlah namanya Mustofa," tulisnya.

"Kemudian si Mustofa ini dijuluki sebagai The Next Bambang Pamungkas. Menurut saya, julukan semacam itu bukanlah sebuah dukungan, melainkan malah bentuk under estimate kita pada talenta Mustofa," demikian Bepe.

Bepe berpendapat, menyematkan julukan "the next Bambang Pamungkas" bisa jadi hanya membuat si pemain mengulangi apa yang dilakukan seorang Bepe.

"Menganggap Mustofa adalah the next Bambang Pamungkas dapat diartikan menganggap Mustofa hanya akan mengulangi apa yang dicapai Bambang Pamungkas. Menurut saya, ini sebuah 'penghinaan' terhadap talenta besar Mustofa. Mustofa harus terprovokasi (dalam arti positif) dengan julukan itu," lanjutnya.

"Kisah Bambang Pamungkas dengan sepak bola Indonesia sudah selesai. Sepak bola Indonesia butuh Mustofa (atau pemain lain) dengan segala kisah, inspirasi, dan prestasinya sendiri. Yang kita semua berharap, semoga lebih baik dari Bambang tadi," demikian Bambang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesepak bola sejati yang layak diteladani

Bepe memegang mikrofon. Tiba waktunya bagi sosok yang pernah bermain untuk Selangor FC dan Pelita Bandung Raya itu untuk menyampaikan kalimat perpisahan.

Seperti karakternya yang memang berwibawa, terbukti dengan jabatan kapten yang pernah dia emban di timnas Indonesia dan Persija, Bepe berusaha untuk tak menangis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X