Bepe Pensiun, yang Tak Ingin Ada Bambang Pamungkas Selanjutnya...

Kompas.com - 18/12/2019, 10:58 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (tengah) mengangkat kostum miliknya yang dibingkai usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. ANTARA/M RISYAL HIDAYATPesepak bola Persija Jakarta Bambang Pamungkas (tengah) mengangkat kostum miliknya yang dibingkai usai melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

KOMPAS.com - Legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas, resmi gantung sepatu alias pensiun pada Selasa (17/12/2019) malam.

Bambang menjalani laga pamungkasnya dalam lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada pertandingan tersebut, Bambang Pamungkas masuk ke lapangan hijau pada menit ke-75, tepatnya untuk menggantikan Sandi Darma Sute.

Jakmania, sebutan untuk para pendukung Persija, bersorak, momen yang dinantikan tercipta.

Mereka pun serentak membentangkan tulisan nomor punggung Bambang: 20.

"Bambang... Bambang..." demikian bunyi dari pengisi suara di stadion yang kemudian disambut oleh The Jakmania dengan "Pamungkas... Pamungkas..."

Tak lama, jabatan kapten yang sebelumnya diemban oleh kiper Andritany berpindah ke tangan sang legenda. Sang ikon Macan Kemayoran pun berlaga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Rekor Bambang Pamungkas, Tajam di Persija, Timnas, dan Luar Negeri

Bepe, begitu Bambang Pamungkas biasa disapa, sempat mendapat peluang via senjata mematikannya: sundulan!

Anda dan mungkin para pencinta sepak bola tahu bahwa Bepe mempunyai kelebihan dalam melakukan sundulan, meski posturnya tak begitu tinggi (sekitar 170 cm).

Namun, lompatan tinggi dan kemampuan penempatan posisi menjadi salah faktor kelebihan Bepe yang patut dikenang.

Pada pertandingan itu, Persija memang kalah dengan skor 1-2 dari Persebaya.

Namun, Bambang Pamungkas tetap menjadi pemenang bagi para The Jakmania.

Saat pertandingan berakhir, penonton di SUGBK tak beranjak dari tempat duduknya, bisa jadi Anda pula yang mungkin menyaksikan lewat layar kaca.

Mereka tak ingin melewatkan prosesi momen perpisahan dengan sang legenda kelahiran 10 Juni 1980 (39 tahun) tersebut.

Baca juga: Bambang Pamungkas Pensiun, Inilah Kiprah Bepe Bersama Timnas

Suporter Persija Jakarta membentangkan poster bertuliskan nomor punggung Bambang Pamungkas saat melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga-1 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Pertandingan tersebut merupakan terakhir kalinya Bambang Pamungkas bermain dengan hasil akhir Persija Jakarta dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-2. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.ANTARA/M RISYAL HIDAYAT Suporter Persija Jakarta membentangkan poster bertuliskan nomor punggung Bambang Pamungkas saat melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga-1 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Pertandingan tersebut merupakan terakhir kalinya Bambang Pamungkas bermain dengan hasil akhir Persija Jakarta dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-2. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Tak ingin ada The Next Bambang Pamungkas

Hal umum yang mungkin biasa kita dengar jika ada pemain yang mencuri perhatian, terlebih di usia muda, ada anggapan akan menjadi penerus atau "the next" bintang yang sebelumnya sudah ada.

Misalnya, ada sebutan "the next Cristiano Ronaldo", yang kini ditujukan kepada bintang muda Portugal, Joao Felix, atau the next-the next lainnya.

Namun, tidak bagi Bambang Pamungkas. Bisa jadi Bepe tak ingin ada Bambang Pamungkas selanjutnya.

Hal itu karena Bambang tak sependapat dengan sebutan atau anggapan "the next".

Bepe, yang berkarier selama 20 tahun di lapangan hijau, sama dengan nomor punggungnya 20, merasa anggapan the next adalah hal yang merendahkan.

Baca juga: Kiprah Bambang Pamungkas Berseragam Persija Jakarta

"Dalam setiap munculnya talenta pesepak bola baru, kita selalu menggunakan istilah "The Next" untuk mengungkapkan bentuk atensi, kekaguman, atau dukungan kita terhadap bakat tersebut," tulis Bambang dalam situs resminya pada November 2019 lalu.

"Hal yang sejak dulu (saya masih muda) saya tidak setuju. The next ini dapat atau boleh diartikan dengan berikutnya, selanjutnya, atau penerus," lanjutnya.

"Menurut pendapat saya (kalau ada yang tidak setuju tentu boleh), predikat "the next" ini kok seperti 'merendahkan'. Maksud saya begini, ambil contoh misalnya ada talenta pesepak bola potensial, katakanlah namanya Mustofa," tulisnya.

"Kemudian si Mustofa ini dijuluki sebagai The Next Bambang Pamungkas. Menurut saya, julukan semacam itu bukanlah sebuah dukungan, melainkan malah bentuk under estimate kita pada talenta Mustofa," demikian Bepe.

Bepe berpendapat, menyematkan julukan "the next Bambang Pamungkas" bisa jadi hanya membuat si pemain mengulangi apa yang dilakukan seorang Bepe.

"Menganggap Mustofa adalah the next Bambang Pamungkas dapat diartikan menganggap Mustofa hanya akan mengulangi apa yang dicapai Bambang Pamungkas. Menurut saya, ini sebuah 'penghinaan' terhadap talenta besar Mustofa. Mustofa harus terprovokasi (dalam arti positif) dengan julukan itu," lanjutnya.

"Kisah Bambang Pamungkas dengan sepak bola Indonesia sudah selesai. Sepak bola Indonesia butuh Mustofa (atau pemain lain) dengan segala kisah, inspirasi, dan prestasinya sendiri. Yang kita semua berharap, semoga lebih baik dari Bambang tadi," demikian Bambang.

Pesepak bola sejati yang layak diteladani

Bepe memegang mikrofon. Tiba waktunya bagi sosok yang pernah bermain untuk Selangor FC dan Pelita Bandung Raya itu untuk menyampaikan kalimat perpisahan.

Seperti karakternya yang memang berwibawa, terbukti dengan jabatan kapten yang pernah dia emban di timnas Indonesia dan Persija, Bepe berusaha untuk tak menangis.

Dan, dia berhasil melakukan hal tersebut.

Sosok ayah dari tiga anak itu mengawalinya dengan "meminta izin" untuk menjadi pria sejati.

"Orang bijak berkata, laki-laki sejati tidak menangis. Namun, hatinya berdarah," ucap Bepe dalam sambutan perpisahannya.

"Malam ini, izinkan saya menjadi laki-laki sejati. Tidak banyak berbicara, cukup hati saya yang berdarah," tuturnya.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Bambang Pamungkas Saat Umumkan Pensiun

Suporter Persija Jakarta membawa tas bergambar Bambang Pamungkas saat melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.ANTARA/M RISYAL HIDAYAT Suporter Persija Jakarta membawa tas bergambar Bambang Pamungkas saat melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/12/2019). Dalam laga tersebut Bambang Pamungkas mengakhiri karirnya di sepak bola sebagai pemain. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Terkait dengan apa yang dilakukan setelah gantung sepatu, Bambang mengatakan dirinya masih ingin menikmati masa-masa awal pensiun.

"Beberapa bulan ini, saya mau bangun siang dahulu, lalu menikmati secangkir teh," ucapnya.

Begitulah Bepe. Dia bisa saja memiliki pandangan untuk tak sepakat dengan penilaian dengan the next Bambang Pamungkas atau Bambang Pamungkas selanjutnya.

Namun, setidaknya izin kami, Bepe, untuk bisa mengenang dan meneladani apa yang telah Anda (Bepe) sumbangkan, torehkan, untuk persepakbolaan Indonesia, persis seperti yang Anda katakan.

"Perjalanan seorang pemain sepak bola bukan tentang seberapa jauh dia melangkah atau seberapa cepat dia sampai. Namun, tentang makna dari perjalanan yang pernah ia lalui dan jejak apa yang dia tinggalkan..."

Terima kasih dan selamat menikmati secangkir teh, Bambang Pamungkas... salam TS3, tetap semangat dan sukses selalu...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X