Terdegradasi, Ironi bagi Semen Padang, Kalteng Putra, dan Badak Lampung

Kompas.com - 14/12/2019, 06:18 WIB
Tim Kalteng Putra FC sebelum memulai laga melawan Persib Bandung, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHATim Kalteng Putra FC sebelum memulai laga melawan Persib Bandung, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (16/7/2019).

Tentu, tidak ada kesebelasan di kompetisi mana pun di seluruh dunia yang ingin terdegradasi ke kompetisi strata bawah.

Namun, itu adalah nasib yang saat ini harus diterima Kalteng Putra, Semen Padang, dan Badak Lampung.

Situasi ini tentu, menjadi sebuah ironi, terutama bagi Semen Padang dan Kalteng Putra. Bagaimana tidak, kedua tim tersebut berstatus sebagai tim promosi di Liga 1 2019.

Baca juga: PSIS Vs Semen Padang, Mahesa Jenar Kirim Kabau Sirah ke Liga 2

Selain sebagai tim promosi, Kalteng Putra juga berstatus sebagai tim debutan di Liga 1 2019. Sayangnya, nasib buruk menimpa tim berjulukan Enggang Borneo itu.

Dalam debutnya berlaga di kompetisi strata tertinggi sepak bola Indonesia, Kalteng Putra harus kembali bermain di kompetisi strata dua.

Hal yang tidak jauh beda juga dialami Badak Lampung, yang harus terdegradasi dalam debutnya di Liga 1. Seperti diketahui, Badak Lampung merupakan tim baru, yang mengakuisisi Perseru Serui.

Pemain Semen Padang memprotes keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Persib.KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA Pemain Semen Padang memprotes keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Persib.

Begitu pula dengan Semen Padang. Klub jebolan kompetisi Galatama itu baru saja promosi setelah pada 2017 lalu harus terdegaradasi ke Liga 2.

Setahun bermain di Liga 2, Semen Padang bangkit dan kembali promosi. Sayangnya, baru semusim kembali merasakan sengitnya persaingan di Liga 1, Semen Padang harus kembali terdegradasi.

Baca juga: Sriwijaya FC Vs Persiraja, Laskar Rencong Menang dan Promosi ke Liga 1

Ironi bagi Semen Padang, tidak berhenti sampai di sana. Sebab, mereka juga terkena sanksi embargo transfer selama tiga periode jendela transfer yang dijatuhi FIFA karena menunggak gaji pemain.

Menurut kabar, sanksi tersebut bisa dicabut andai manajemen klub beralias Kabau Sirah itu sudah melunasi gaji pemain yang tertunggak itu.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X