Bruno Fernandes dan Masalah Manchester United

Kompas.com - 28/06/2019, 09:02 WIB
Gelandang Sporting Lisbon, Bruno Fernandes Bruno Fernandes InstagramGelandang Sporting Lisbon, Bruno Fernandes

Senada dengan Daniel James, Wan-Bissaka juga merupakan pemain andalan di timnya. Di bawah asuhan Roy Hogdson, ia mencatatkan 35 pertandingan di Liga Inggris 2018-2019.

Nah, setelah berhasil mendatangkan kedua pemain tersebut, tim yang bermarkas di Old Trafford itu kabarnya sedang meminati gelandang Sporting Lisbon, Bruno Fernandes.

Man United dilaporkan telah bertemu dengan agen Bruno Fernandes guna mengamankan tanda tangan kapten Sporting Lisbon tersebut.

Agen Bruno Fernandes, Miguel Pinho, telah terbang ke Inggris guna bertemu dengan jajaran manajemen Man United membahas kepindahan sang pemain.

Seperti yang dilansir BolaSport, Solskjaer juga telah menyatakan kepincut dengan talenta pemain internasional Portugal tersebut.

Sepanjang musim 2018-2019, Bruno Fernandes mencatatkan penampilan yang cukup produktif.

Dihimpun dari Transfermarkt, pemain 24 tahun itu mencatatkan 53 laga, serta mengemas 32 gol dan 18 assist bersama Sporting Lisbon.

Solskjaer ingin manajemen The Red Devils segera merampungkan transfer Fernandes sebelum Man United melakoni pra-musim pada 1 Juli mendatang.

Pasalnya, Bruno Fernandes juga diminati oleh sesama tim di Liga Inggris, Tottenham Hotspur dan Manchester City.

Baca juga: Inter Ingin Tukar Icardi dengan Lukaku, Man United Menolak

Man United diperkirakan harus membayar setidaknya 62 juta euro (sekitar Rp 999,2 miliar) demi mendatangkan Bruno Fernandes ke Old Trafford.

Usaha mendatangkan pemain baru untuk memperkuat tim terus dilakukan oleh Man United. Mereka berharap tidak mengulangi kegagalan musim 2018-2019.

Permasalahan Man United sebenarnya tidak hanya terletak pada kemumpunan skuad. Mantan bek sayap Man United, Gary Neville, meyakini bahwa kurangnya kepemimpinan di ruang ganti Man United sebagai penyebab kegagalan musim lalu.

"Man United tidak punya pengawal sekarang. Sama sekali tidak punya. Ada beberapa pemain profesional, seperti Juan Mata dan Ander Herrera. Namun, saya tidak berpikir mereka membawa pengaruh dominan di ruang ganti," kata Gary Neville.

"Dalam urusan apa pun, di tim sepak bola mana pun, pengawal di ruang ganti adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh. Jika tidak punya pengawal, maka Anda memiliki masalah besar dan harus membersihkannya."

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X