Salin Artikel

Aji Santoso Sosok Spesial Bagi Arema FC dan Persebaya Surabaya

SOLO, KOMPAS.com - Pelatih Aji Santoso menjadi sosok spesial yang mewarnai derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Bicara mengenai derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya memang selalu menarik. Sejarah rivalitas panjang dan pertaruhan gengsi antara kedua tim membuat laga ini menjadi magnet yang menarik perhatian penikmat sepakbola nasional.

Bicara mengenai Arema FC dan Persebaya Surabaya, kedua tim ini memiliki satu sosok spesial, yakni Aji Santoso. Dia menjadikan Arema FC dan Persebaya Surabaya memiliki persamaan.

Ditarik k ebelakang aktor lapangan hijau pelatih kelahiran Kepanjen Kabupatem Malang 6 April 1970 itu memang sudah lekat dengan Arema dan Persebaya Surabaya sejak menjadi pemain.

Uniknya lagi dia sama-sama memiliki nama dan disegani sebagai sosok legenda di kedua tim.

Aji Santoso tumbuh dan berkembang bersama Arema namun matang dan dewasa bersama Persebaya Surabaya.

Sejarah mencatat dia sebagai salah satu pemain perintis yang menemani Arema Malang (sekarang Arema FC) yang baru lahir pada 1987.

Pada saat itu dia memang sedang naik daun sebagai putra daerah potensial. Di usianya yang baru 17 tahun dia sudah menemani Persema senior mentas di Perserikatan di Stadion Gelora Bung Karno.

Debut Aji Santoso pada tahun 1988 menjadi saksi jatuh bangun Arema pada awal kelahirannya untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Namun di tengah keterbatasan yang ada, dia menunjukkan kualitas sampai berhasil mendapatkan perhatian timnas pada tahun 1989 di ajang Piala Raja Thailand.

Setelah perjalanan panjang Aji santoso kemudian berhasil mempersembahkan Trofi Galatama musim 1992-1993. Aji masuk jajaran pemain legenda Arema.

Pada musim 1994-1995, Galatama dan Perserikatan dilebur menjadi Liga Indonesia. Ini menjadi kali pertama pertemuan Arema dan Persebaya Surabaya.

Pada tahun 1995, Aji Santoso membuat keputusan yang membuat Aremania patah hati. Dia memutuskan menyebrang ke Persebaya Surabaya.

Kepindahan itu pun mendapatkan reaksi keras dari Aremania karena kala itu tim asal Surabaya itu memang punya hubungan kurang harmonis dengan masyarakat Malang.

Bersama Persebaya Surabaya Aji Santoso semakin matang. Semusim setelah bergabung dia berhasil mempersembahkan gelar Liga Indonesia 1996-1997 untuk Bajul Ijo.

Prestasi itu membuatnya juga menjadi sosok legenda yang disegani publik Persebaya Surabaya.

Selepas pensiun sosoknya pun masih tidak bisa lepas dari Arema dan Persebaya Surabaya. Dia sempat menjadi pelatih kedua tim dan sama-sama menyumbangkan prestasi untuk keduanya.

Aji Santoso kembali ke Bhumi Arema pada tahun 2017. Ditangannya Arema FC berhasil menjuarai kompetisi pra musim paling bergengsi yakni Piala Presiden 2017.

Sayangnya dia hanya mampu bertahan kurang dari satu musim mengarungi Liga 1 2017 kemudian pindah ke Persela Lamongan.

Sementara di Persebaya Surabaya, Aji Santoso tercatat tiga kali putus nyambung.

Pertama kali dia menjadi pelatih Persebaya Surabaya pada musim 2009 namun tak bertahan lama.

Pada tahun 2010, dia kemudian kembali ke Kota Pahlawan. Saat itu, dia membantu Persebaya Surabaya 1927 yang berjuang di Liga Primer Indonesia.

Ddia berhasil membawa Persebaya 1927 memuncaki klasemen sebelum kompetisi harus dihentikan tengah musim. Penghentian kompetisi itu otomatis menjadikan Persebaya 1927 menjadi juara.

Aji Santoso kembali untuk ketiga kalinya pada musim 2019. Kali ini, dia menjadi sosok penyelamat yang mengangkat Persebaya Surabaya dari papan bawah hingga finish sebagai runner-up Liga 1 2019.

Pada tahun 2020, Aji Santoso bertahan dan berhasil mempersembahkan Piala Gubernur Jatim 2020. Ini menjadi trofi pertama yang disumbangkan untuk Bajul Ijo semenjak jadi pelatih Persebaya Surabaya.

Kini, dia masih setia melatih Persebaya di Liga 1 2021-2022. Cerita panjangnya bersama kedua tim membuatnya ikut mendapatkan perhatian dalam duel antar seteru abadi ini.

https://bola.kompas.com/read/2021/11/04/21000048/aji-santoso-sosok-spesial-bagi-arema-fc-dan-persebaya-surabaya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.