Kompas.com - 29/07/2021, 14:00 WIB
Persebaya Surabaya latihan rutin di Stadion Gelora 10 November, Selasa (04/05/2021) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPersebaya Surabaya latihan rutin di Stadion Gelora 10 November, Selasa (04/05/2021) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso sangat optimistis Liga 1 2021 akan segera bergulir kembali pada tanggal 20 Agustus nanti.

Sebab, banyak alasan positif untuk memutar kompetisi walaupun di tengah pembatasan kegiatan masyarakat.

Dia mengatakan, sepak bola begitu dominan di masyarakat Indonesia, apalagi sepak bola bukan lagi sekadar hiburan, melainkan juga kultur bagian dari pendukungnya.

Adanya gelaran kompetisi sepak bola akan banyak orang berlama-lama tinggal di rumah, khususnya para fans dan suporter yang sudah sangat rindu melihat tim-tim kebanggaannya berlaga.

Baca juga: Rasa Khawatir Aji Santoso soal Pemain Asing Persebaya yang Cedera

"Menurut pemikiran saya, kompetisi ini harus diputar, mengapa? Justru karena dengan kompetisi ini, terutama pencinta-pencinta sepak bola betah di rumah," kata Aji Santoso.

"Coba bayangkan berapa ratus ribu sekarang pencinta sepak bola, misal seperti Bonek pencinta Persebaya, pencinta Persib, The Jak bersama Persija, dan yang lain. Kalau ada pertandingan, pasti mereka kan akan menonton di TV. Itu kan juga mengurangi aktivitas di luar," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, salah satu alasan utama masyarakat keluar rumah adalah mencari hiburan untuk memecah kejenuhan.

Dengan siaran sepak bola di rumah tentu akan menghadirkan hiburan tersendiri. Itu menjadi solusi yang sangat efektif untuk membantu menekan kegiatan masyarakat di luar ruangan.

"Jadi, menurut saya untuk menghambat laju orang keluar memang harus ada hiburan sepak bola," tutur pelatih berlisensi AFCPro itu.

Baca juga: Kantongi Hasil MRI, Persebaya Ambil Tindakan Untuk Cedera Dua Pemainnya

"Coba kalau Persebaya main, berapa ratus ribu orang yang tidak keluar, kan mungkin bisa jadi 1 juta orang tidak keluar rumah karena menonton timnya," ucapnya.

"Justru ini sebaiknya diputar dengan catatan protokol kesehatan ketat dan akan diam di rumah, dengan catatan tidak boleh nobar dan berkerumun," katanya.

Tidak kalah penting seluruh pertandingan yang diselenggarakan pun menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Semua pemain dan ofisial pun wajib divaksin sehingga memberikan contoh nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pandemi.

"Alasan kedua juga kompetisinya di satu tempat dengan protokol kesehatan yang tinggi," katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.