Kompas.com - 05/04/2021, 16:20 WIB
Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) dijaga ketat pemain Barito Putera pada lanjutan babak penyisihan Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Manahan Solo, Kamis (25/03/2021) malam. Dokumentasi Liga Indonesia BaruPemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) dijaga ketat pemain Barito Putera pada lanjutan babak penyisihan Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Manahan Solo, Kamis (25/03/2021) malam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pertahanan menjadi evaluasi besar Barito Putera dalam persiapan menuju laga kontra Persija Jakarta di fase 8 besar Piala Menpora 2021.

Barito Putera selaku runner-up Grup A bakal menantang Persija, sang pemuncak Grup B, pada babak 8 besar alias perempat final Piala Menpora 2021, Sabtu (10/4/2021).

 

Pelatih Djajang Nurjaman mengakui banyaknya gol kebobolan yang tercipta selama babak penyisihan grup Piala Menpora 2021, jadi indikator rapuhnya lini belakang Laskar Antasari, julukan Barito Putera.

“Tentunya banyak kekurangan, kami masih kebobolan cukup banyak. Ada kemasukan 6 gol saya rasa dalam 3 pertandingan. Hasil yang kurang bagus. Itu yang akan diperbaiki dalam latihan berikut,” ujar pelatih yang biasa disapa Djanur tersebut.

Selama babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021, Barito Putera paling banyak kebobolan saat melawan PSIS Semarang (3 gol), disusul ketika bersua Tira Persikabo (2 gol), dan Arema FC (1 gol).

Perinciannya, empat gol kebobolan Barito Putera terjadi babak pertama dan dua gol muncul pada interval kedua.

Menurut analisis Djajang Nurdjaman, masalah lini belakang ini diakibatkan oleh mepetnya waktu persiapan.

Baca juga: Patrich Wanggai Belum Pasti Bela PSM di 8 Besar Piala Menpora 2021

Dengan kondisi fisik pemain saat ini, Djanur melihat pemain kepayahan bermain selama 90 menit penuh. Taktik pertandingan pun tidak bisa berjalan secara penuh dan maksimal.

“Sekali lagi, kendala kami adalah di persiapan yang mepet. Wajarlah, hampir semua pemain tidak bisa konsisten di dua babak dalam 90 menit bermain seperti itu,” tutur sang pelatih asal Majalengka tersebut.

“Kondisi fisik kami, sering saya sampaikan baru di level 60-70 persen. Jadi, wajar tidak kuat di dua babak. Ada waktu sisa satu minggu lagi untuk memperbaiki,” katanya menambahkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X