Arema FC Setuju Pengadaan Sistem Sanksi yang Adil, Tekankan Disiplin Prokes

Kompas.com - 11/02/2021, 18:37 WIB
Pemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore. 
KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Pihak keamanan tengah menimbang-nimbang dalam memberikan  lampu hijau pelaksanaan Liga 1 2021.

Namun, izin kompetisi tidak akan diberikan cuma-cuma. Ada syarat dan kewajiban yang keluar bersamaan dengan izin tersebut.

Hal paling utama adalah mengenai protokol kesehatan dan pencegahan kerumunan.

Nantinya, tugas pelaku sepak bola adalah memenuhi dan menjamin persyaratan kesehatan dan tingkah laku suporter ini berjalan sesuai dengan protokol.

Andai kemudian tidak bisa dipenuhi, pihak keamanan juga sudah menyiapkan sanksi-sanksi di setiap pelanggarannya.

Hukuman terberat adalah pencabutan kembali izin penyelenggaraan kompetisi 2021.

Baca juga: Rencana PSSI Musim 2021-2022: Gelar Pramusim, Kickoff Liga 1 dan 2 Bulan Juni

General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo tidak keberatan dengan skema sistem sanksi yang diterapkan pada perizinan Liga 1 2020.

Menurutnya, skema hukuman memang dibutuhkan untuk menjaga kedisiplinan.

“Ya memang harus, jadi seperti beberapa negara juga begitu,” kata Ruddy Widodo kepada KOMPAS.com.

“Contoh di Vietnam mereka tetap jalan dan ada penontonya, begitu kasus Covid naik pertandingan digelar tanpa penonton dan liga jalan terus,” imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X