Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2024, 08:55 WIB
Suci Rahayu,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selain dua penalti kontroversial yang membuat Timnas Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024, kepala pemain Timnas U23 Indonesia Witan Sulaeman berdarah-darah.  

Ia mengalami luka di kepala usai ditanduk pemain Guinea Issiaga Camara pada menit ke-24 saat duel udara babak playoff di Clairefontaine Paris, Kamis (9/5/2024) malam WIB.

Kemudian ia mendapat perawatan dan kembali menjalani laga dengan perban di kepala hingga peluit panjang berbunyi.

Namun pemasangan perban yang kurang rapih, shingga terbuka dan copot pada babak kedua membuat muncul banyak komentar dari warganet. 

Baca juga: Jangan Pernah Menangis, Coach Shin Tae-yong

Melalui media sosial istri Witan Sulaeman, Rismahani menanggapi kejadian yang terjadi bahwa musibah yang dialami bukanlah sebuah lelucon.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah laga pemain bernomor punggung 8 itu mendapat perawatan lanjutan dari tim dokter dengan lima jahitan di kepala.

"Dia tidak baik-baik. Ini bukan bahan candaan. Dia menangis. Dia diperban sepanjang pertandingan karena kepalanya luka dan tetap bertahan sampai menit akhir. Gilaaa! Di akhir pertandingan harus dijahit sampai lima jahitan," tulisnya di sosial media.

Menurut Rismahani totalitas yang dilakukan Witan Sulaeman ini sebagai pembuktian dan perjuangan keras yang lebih dari biasanya. Karena ia diberi tanggung jawab menjadi kapten tim pada laga ini. 

Keadaan Witan Sulaeman usai mengalami luka dikepala usai ditanduk pemain Guinea Issiaga Camara pada menit ke-24 saat duel udara babak playoff di Clairefontaine Paris, Kamis (9/5/2024) malam WIB.Dokumentasi Rismahani Keadaan Witan Sulaeman usai mengalami luka dikepala usai ditanduk pemain Guinea Issiaga Camara pada menit ke-24 saat duel udara babak playoff di Clairefontaine Paris, Kamis (9/5/2024) malam WIB.

"Ayah berjuang terlalu keras. Ternyata ayah lebih kuat dari lawan," kata Rismahani.

"Kesalahan itu bukan dalam kotak penalti, harusnya Timnas Indonesia U-23 bisa menang. Terima kasih perjuangan ayah. Dengan segala hormat kapten," imbuhnya.

Kini meski gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024, pencapaian Timnas U23 Indonesia asuhan Shin Tae-yong ini sudah sangat jauh melampaui target.

Target yang diberikan adalah menembus perempat final Piala Asia U23 2024 namun Witan Sulaiman dkk dapat melaju sampai ke babak playoff Olimpiade Paris 2024.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Shin Tae-yong: Piala Asia Lebih Besar, Jangan Terkurung Piala AFF

Shin Tae-yong: Piala Asia Lebih Besar, Jangan Terkurung Piala AFF

Timnas Indonesia
Jadwal Singapore Open 2024: 8 Wakil Indonesia Berburu Tiket Perempat Final

Jadwal Singapore Open 2024: 8 Wakil Indonesia Berburu Tiket Perempat Final

Badminton
Hasil Final Conference League: Bekuk Fiorentina, Olympiakos Juara dan Cetak Sejarah

Hasil Final Conference League: Bekuk Fiorentina, Olympiakos Juara dan Cetak Sejarah

Liga Lain
Bayern Muenchen Resmi Tunjuk Vincent Kompany Jadi Pelatih Baru

Bayern Muenchen Resmi Tunjuk Vincent Kompany Jadi Pelatih Baru

Bundesliga
Borneo FC Vs Bali United, Huistra Ingin Tempat Ketiga, Penawar Kecewa

Borneo FC Vs Bali United, Huistra Ingin Tempat Ketiga, Penawar Kecewa

Liga Indonesia
STY Ungkap Jadwal Jordi, Idzes, dan Hubner Gabung ke Timnas Indonesia

STY Ungkap Jadwal Jordi, Idzes, dan Hubner Gabung ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia
Gantikan Xavi, Hansi Flick Resmi Jadi Pelatih Barcelona

Gantikan Xavi, Hansi Flick Resmi Jadi Pelatih Barcelona

Liga Spanyol
Pelatih Persib Ungkap 'Masalah' Jelang Final Leg 2 Lawan Madura United

Pelatih Persib Ungkap "Masalah" Jelang Final Leg 2 Lawan Madura United

Liga Indonesia
Borneo FC Vs Bali United, Teco Ingin Akhiri Kompetisi dengan Kisah Indah

Borneo FC Vs Bali United, Teco Ingin Akhiri Kompetisi dengan Kisah Indah

Liga Indonesia
Kisah Perjuangan Greysia Polii dalam 'Menembus Garis Batas'

Kisah Perjuangan Greysia Polii dalam "Menembus Garis Batas"

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Singkirkan Wakil India, Apri/Fadia ke 16 Besar

Hasil Singapore Open 2024: Singkirkan Wakil India, Apri/Fadia ke 16 Besar

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Fajar/Rian ke 16 Besar Singkirkan Wakil Jerman

Hasil Singapore Open 2024: Fajar/Rian ke 16 Besar Singkirkan Wakil Jerman

Badminton
Hasil Singapore Open 2024: Pulangkan Wakil Perancis, Chico ke 16 Besar

Hasil Singapore Open 2024: Pulangkan Wakil Perancis, Chico ke 16 Besar

Badminton
Instruksi Wajib Persebaya bagi Pemain Terikat Kontrak Saat Libur Liga 1

Instruksi Wajib Persebaya bagi Pemain Terikat Kontrak Saat Libur Liga 1

Liga Indonesia
PSSI Siapkan Liga 1 Putri, Akan Bergulir pada 2026

PSSI Siapkan Liga 1 Putri, Akan Bergulir pada 2026

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com