Alasan Diego Maradona Bergabung ke Napoli Setelah Dijual Barcelona

Kompas.com - 27/11/2020, 14:00 WIB
Fans Napoli mengibarkan bendera raksasa bergambarkan muka Diego Maradona pada laga Liga Italia kontra Lazio di Stadion San Paolo pada 13 April 2014. AFP/CARLO HERMANNFans Napoli mengibarkan bendera raksasa bergambarkan muka Diego Maradona pada laga Liga Italia kontra Lazio di Stadion San Paolo pada 13 April 2014.

"Juventus sudah punya Michel Platini dan Zbigniew Boniek. Inter memiliki trio Jerman - Lothar Matthaeus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann."

"Sementara, Milan punya para pemain Belanda: Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit. Sungguh gila."

Baca juga: Laporan Awal Forensik Tentukan Penyebab Meninggalnya Diego Maradona

"Alhasil, ada suatu tim di Selatan yang akhirnya membeli Diego dan sekarang ada ikatan antara Italia dan Argentina."

"Saya pikir ia langsung merasakan ikatan itu. Diego tak tahu banyak soal Napoli ketika menerima tawaran mereka."

"Namun, ia langsung merasa nyaman setelah sampai di kota tersebut, mungkin terlebih begitu ketimbang jika ia bermain di Utara."

Napoli akhirnya mengambil risiko dan mendatangkan sang pemain dengan rekor transfer dunia lagi yang hampir mencapai tujuh juta pound ketika itu.

Sambutan yang diberikan para Neapolitan, julukan bagi para penduduk Naples, untuk Maradona membuatnya tercengang.

Foto-foto yang sekarang kembali viral menunjukkan Maradona menaiki tapak tangga San Paolo untuk pertama kalinya di hadapan belasan juru kamera sementara stadion sudah dipadati dengan 80.000 lebih pasang mata.

Ketika itu, Naples adalah kota di terlupakan selatan Italia.

Mereka jauh tertinggal dari para kekuatan sepak bola dan ekonomi Negeri Pizza yang bermukim di daerah utara.

"Naples membutuhkan seorang pahlawan. Ini adalah timing yang sempurna. Sang pemain merasa jatuh. Naples juga tengah di bawah, tim mereka tak hebat dan hampir terdegradasi," ujarnya.

"Kemudian Diego datang - sungguh kisah luar biasa."

Majalah Mundial sampai menyebut kedatangan Diego Maradona mendatangkan revolusi sosial, psikologis, dan bahkan transformasi fisik kota Naples.

Tak mengherankan apabila di luar Argentina, kota di bayangan Gunung Vesuvius tersebut menjadi yang paling menderita dengan kepergian sang legenda saat Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (25/11/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X