Alasan Diego Maradona Bergabung ke Napoli Setelah Dijual Barcelona

Kompas.com - 27/11/2020, 14:00 WIB
Fans Napoli mengibarkan bendera raksasa bergambarkan muka Diego Maradona pada laga Liga Italia kontra Lazio di Stadion San Paolo pada 13 April 2014. AFP/CARLO HERMANNFans Napoli mengibarkan bendera raksasa bergambarkan muka Diego Maradona pada laga Liga Italia kontra Lazio di Stadion San Paolo pada 13 April 2014.

KOMPAS.com - Diego Maradona dan kota Naples memiliki ikatan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Diego Maradona dipuji bak dewa di kota selatan Italia tersebut. Maradona memotori Napoli ke gelar Serie A 1987 dan 1990 yang sampai sekarang masih jadi dua scudetti milik klub tersebut.

Namun, pengaruhnya jauh melebihi apa yang ia bawa ke lapangan setiap memakai jersey biru Napoli.

"Maradona bukan hanya seorang pemain. Ia mewakili semangat kota Napoli selama bertahun-tahun," tutur mantan presiden Napoli, Corrado Ferlaino, yang menjabat saat Maradona merumput di sana.

 

Kisah seorang anak muda dari Buenos Aires, Argentina, tersebut merapat ke klub Italia yang (ketika itu) terbelakang jika dibandingkan tim-tim seperti AC Milan dan Juventus jelas saja menarik.

Baca juga: Gennaro Gattuso Bicara Arti Diego Maradona bagi Kota Naples

Keputusan Diego Maradona bergabung ke Napoli bemula dari Barcelona, klub yang ia bela setelah Piala Dunia 1982.

Maradona menjadi pemain termahal dunia ketika itu dengan banderol 5 juta pound.

"Saya mendapat keluhan dari polisi yang memperingati saya untuk berhati-hati terhadap isu ini (Maradona dan obat-obatan terlarang)," tutur Josep Lluis Nunez seperti dikutip dari Mundo Deportivo.

Adalah Nunez yang menjual Maradona ke Napoli pada 1984 setelah hanya dua tahun di Camp Nou.

"Saya bilang ke Maradona dan ia mengatakan tudingan itu tidak benar. Setidaknya, menurut dia."

"Barcelona memerlukan seorang pemain dengan imagi yang benar, mereka yang tak mencari konflik dan harus selalu mementingkan image klub."

Akan tetapi, serangkaian cedera, penyakit hepatitis, kehidupan di luar lapangan, dan cedera patah engkel membuat masanya di kubu Camp Nou kelam.

Puncaknya adalah ketika Maradona terlibat langsung dalam pertikaian massal di final Copa del Rey 1984 kontra Athletic Bilbao yang dihadiri langsung oleh Raja Juan Carlos.

Baca juga: Jenazah Diego Maradona Akan Disemayamkan di Tempat Sama dengan Tujuh Mantan Presiden Argentina

Maradona punya pengalaman tidak enak dengan Athletic BIlbao setelah engkelnya patah karena tekel pemain mereka, Andoni Goikoetxea, pada September 1983.

Kendati pertikaian itu dipicu oleh provokasi fans Athletic dan perlakuan kasar para pemain mereka ke Maradona, sang mega bintang emosi.

Ia melayangkan sikut dan headbutt yang memicu pertengkaran massal antara kedua kedua kubu.

Para fans pun terlibat dan melempari berbagai macam benda ke lapangan. Pada akhirnya, lebih dari 50 orang terluka.

"Ketika melihat Maradona bertengkar dan kaos yang tercipta setelahnya, saya sadar bahwa ini tak bisa berlanjut," ujar Josep Lluis Nunez, yang menjual Maradona ke Napoli pada 1984 setelah hanya dua tahun di Camp Nou.

Sisi lain kelam Maradona ini yang membuat banyak pihak enggan mengambil risiko dengannya sebelum Napoli mengambil perjudian tersebut.

"Saya pikir tak ada klub lain yang menginginkan jasanya," tutur Asif Kapadia, sutradara pemenang Oscar yang membuat film dokumenter mengenai Diego Maradona (2019).

Baca juga: Diego Maradona Meninggal, Argentina Terapkan Masa Berkabung Nasional

"Diego dianggap sebagai talenta muda terbaik. Namun, ia punya banyak nasib buruk di Barcelona dan transfernya gagal," ujarnya di situs FourFourTwo.

"Engkelnya patah karena tekel dari Goikoetxea, ia sakit hepatitis, dan sangat suka pesta."

"Jujur saja, saya pikir banyak orang Spanyol dan Catalan memandangnya rendah karena ia berasal dari Amerika latin."

"Jadi, ketegangan itu nyata dan ia tak sukses. Selama dua tahun di sana, ia tak memenangi apa-apa selain Copa del Rey."

Ia juga menekankan bahwa Barcelona ketika itu bukan Barcelona seperti sekarang inio.

Pada waktu itu, Barca belum memenangi satu pun Piala Champions dan tidak mengangkat gelar liga selama 10 tahun sebelumnya.

"Alhasil, mereka perlu membuang sang pemain dan Diego ingin pergi," ujarnya lagi.

"Italia adalah tempat bermain semua pemain terhebat dunia waktu itu. Uangnya ada di sana semua," tuturnya.

Akan tetapi, Kapadia juga mengatakan bahwa ada batasan-batasan yang membuat setiap tim tak leluasa mendatangkan pemain idaman mereka.

"Kita berbicara soal alam semesta berbeda dengan pembatasan pemain asing pada setiap timnya," lanjut Kapadia.

"Juventus sudah punya Michel Platini dan Zbigniew Boniek. Inter memiliki trio Jerman - Lothar Matthaeus, Andreas Brehme, dan Juergen Klinsmann."

"Sementara, Milan punya para pemain Belanda: Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit. Sungguh gila."

Baca juga: Laporan Awal Forensik Tentukan Penyebab Meninggalnya Diego Maradona

"Alhasil, ada suatu tim di Selatan yang akhirnya membeli Diego dan sekarang ada ikatan antara Italia dan Argentina."

"Saya pikir ia langsung merasakan ikatan itu. Diego tak tahu banyak soal Napoli ketika menerima tawaran mereka."

"Namun, ia langsung merasa nyaman setelah sampai di kota tersebut, mungkin terlebih begitu ketimbang jika ia bermain di Utara."

Napoli akhirnya mengambil risiko dan mendatangkan sang pemain dengan rekor transfer dunia lagi yang hampir mencapai tujuh juta pound ketika itu.

Sambutan yang diberikan para Neapolitan, julukan bagi para penduduk Naples, untuk Maradona membuatnya tercengang.

Foto-foto yang sekarang kembali viral menunjukkan Maradona menaiki tapak tangga San Paolo untuk pertama kalinya di hadapan belasan juru kamera sementara stadion sudah dipadati dengan 80.000 lebih pasang mata.

Ketika itu, Naples adalah kota di terlupakan selatan Italia.

Mereka jauh tertinggal dari para kekuatan sepak bola dan ekonomi Negeri Pizza yang bermukim di daerah utara.

"Naples membutuhkan seorang pahlawan. Ini adalah timing yang sempurna. Sang pemain merasa jatuh. Naples juga tengah di bawah, tim mereka tak hebat dan hampir terdegradasi," ujarnya.

"Kemudian Diego datang - sungguh kisah luar biasa."

Majalah Mundial sampai menyebut kedatangan Diego Maradona mendatangkan revolusi sosial, psikologis, dan bahkan transformasi fisik kota Naples.

Tak mengherankan apabila di luar Argentina, kota di bayangan Gunung Vesuvius tersebut menjadi yang paling menderita dengan kepergian sang legenda saat Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (25/11/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ferdinand Sinaga Balik ke Persib dengan Status Bebas Transfer

Ferdinand Sinaga Balik ke Persib dengan Status Bebas Transfer

Liga Indonesia
Hasil UFC 259 - Askar Askarov Sukses Sengsarakan Joseph Benavidez

Hasil UFC 259 - Askar Askarov Sukses Sengsarakan Joseph Benavidez

Sports
Jadwal Liga Spanyol Malam Ini, Duel Derbi Atletico Vs Real Madrid

Jadwal Liga Spanyol Malam Ini, Duel Derbi Atletico Vs Real Madrid

Liga Spanyol
Tes MotoGP Qatar - Reaksi Rossi Duduki Peringkat Ke-14, di Atas Quartararo

Tes MotoGP Qatar - Reaksi Rossi Duduki Peringkat Ke-14, di Atas Quartararo

Motogp
Bela Inter Milan, Christian Eriksen Pilih Eks Juventus sebagai Panutan

Bela Inter Milan, Christian Eriksen Pilih Eks Juventus sebagai Panutan

Sports
Jadwal Timnas U23 Indonesia Vs Bali United Malam Ini, Ujian Kedua Shin Tae-yong

Jadwal Timnas U23 Indonesia Vs Bali United Malam Ini, Ujian Kedua Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Osasuna Vs Barcelona - Gol Moriba Jadi Rekor, Koeman Akui Keindahannya

Osasuna Vs Barcelona - Gol Moriba Jadi Rekor, Koeman Akui Keindahannya

Liga Spanyol
Juventus Vs Lazio, di Balik Siasat Pirlo Cadangkan Cristiano Ronaldo

Juventus Vs Lazio, di Balik Siasat Pirlo Cadangkan Cristiano Ronaldo

Liga Italia
Di Balik Gol M Rafli untuk Timnas U22 Indonesia, Ada Janji kepada Syamsir Alam

Di Balik Gol M Rafli untuk Timnas U22 Indonesia, Ada Janji kepada Syamsir Alam

Liga Indonesia
Prediksi Starter Man City Vs Man United - De Gea Absen, Aguero Main?

Prediksi Starter Man City Vs Man United - De Gea Absen, Aguero Main?

Liga Inggris
Kepergian Ronaldo dari Real Madrid bak Berkah bagi Benzema

Kepergian Ronaldo dari Real Madrid bak Berkah bagi Benzema

Liga Spanyol
Kata Moriba Usai Buat Gol Perdana bagi Barcelona: Saya Bawa ke Liang Kubur!

Kata Moriba Usai Buat Gol Perdana bagi Barcelona: Saya Bawa ke Liang Kubur!

Liga Spanyol
Jadwal Swiss Open - Final Ideal Tunggal Putri, Axelsen Lawan Pemain 19 Tahun

Jadwal Swiss Open - Final Ideal Tunggal Putri, Axelsen Lawan Pemain 19 Tahun

Badminton
Makin Ancam Atletico Madrid, Barcelona Belum Kalah di 16 Laga Terakhir!

Makin Ancam Atletico Madrid, Barcelona Belum Kalah di 16 Laga Terakhir!

Liga Spanyol
Mengapa Ada Begitu Banyak Cedera di AC Milan, Stefano Pioli?

Mengapa Ada Begitu Banyak Cedera di AC Milan, Stefano Pioli?

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X