Dua Tumbal Kontroversi VAR, Kualitas Wasit dan Teknologi Kamera

Kompas.com - 11/11/2020, 19:40 WIB
Layar video raksasa di Selhurst Park menunjukkan hasil keputusan VAR pada laga Crystal Palace kontra Manchester United, 16 Juli 2020. AFP/GLYN KIRKLayar video raksasa di Selhurst Park menunjukkan hasil keputusan VAR pada laga Crystal Palace kontra Manchester United, 16 Juli 2020.

KOMPAS.com - VAR tak pernah berhenti menciptakan kontroversi di liga-liga Eropa. Mantan bos wasit di Liga Inggris, Keith Hackett, mengutarakan asisten wasit video tersebut memiliki beberapa kelemahan mencolok.

Hal tersebut diutarakan Keith Hackett dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

Pria yang pernah menjadi bos PGMOL (badan yang menaungi dan menunjuk wasit-wasit profesional di Inggris) tersebut mengatakan bahwa wasit-wasit sekarang perlu bercermin mengenai kinerja mereka.

"Standar perwasitan telah menurun," ujar Hackett yang menjadi wasit di Liga Inggris dari 1976 hingga 1994.

"PGMOL kini dijalankan seperti klub anak-anak lama. Tak ada akuntabilitas. Orang-orang ini bukan amatir, mereka dibayar sangat tinggi dan harus memberikan hasil."

Baca juga: Koeman: Kami Sudah Lalui 5 Laga dan Belum Pernah Diuntungkan VAR

"Di Eropa lebih banyak wasit berkualitas, kita bisa melihat 3-4 kesalahan wasit per pekan di Premier League dan bahkan 2-3 dalam satu laga. Standarnya tak cukup tinggi," lanjut pria yang masuk sebagai 100 wasit terbaik sepanjang sejarah versi IFFHS (federasi pencatat statistik dan sejarah sepak bola).

Hackett sendiri tidak anti teknologi. Bahkan, pada masanya sebagai bos PGMOL, ia menjadi pelopor masuknya teknologi garis gawang ke Liga inggris.

Pria yang kini berusia 76 tahun tersebut mengatakan salah satu kekurangan utama VAR adalah teknologinyas endiri.

"VAR sudah salah dari awal sekali," tutur Hackett lagi.

"Kamera teknologi garis gawang, demi akurasi dan kecepatan keputusan, beroperasi dalam kecepatan 500 frame per detik."

Baca juga: 2 Kali Dirugikan VAR, Liverpool Ajukan Protes ke Premier League

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X