Penyebab yang Bikin Juve Gagal Pastikan Gelar

Kompas.com - 24/07/2020, 09:40 WIB
Reaksi Cristiano Ronaldo dalam laga Udinese vs Juventus di Stadion Dacia Arena, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB. AFP/MARCO BERTORELLOReaksi Cristiano Ronaldo dalam laga Udinese vs Juventus di Stadion Dacia Arena, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB.
|

KOMPAS.COM - Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengungkapkan, timnya kehilangan bentuk dan organisasi permainan sehingga harus menelan kekalahan dari Udinese dengan skor 1-2 pada pertandingan lanjutan Serie A, Kamis (23/7/2020) atau Jumat dini hari WIB. 

Juventus sempat unggul di Stadion Dacia Arena melalui gol Matthijs de Ligt, sebelum kebobolan dua kali lewat aksi Ilija Nestrovski dan Seko Fofana membalikkan keadaan.

"Itulah yang terjadi belakangan ini, kami kehilangan organisasi dan bentuk (permainan)," ucap Sarri kepada Sky Sport Italia.

Baca juga: Juventus Tunda Pesta Juara, Cristiano Ronaldo Gagal Ukir Rekor

"Kami tampil bagus pada babak pertama, kemasukan gol penyama kedudukan dan menginginkan kemenangan dengan segala risikonya, itulah mengapa kami mulai tidak terorganisir dan mengendur," tambahnya.

Kemenangan atas Udinese secara matematis akan mengunci gelar Liga Italia ke-9 secara beruntun untuk Juve.

Juve bisa juara jika Atalanta yang berada di peringat kedua kalah dari AC Milan.

Hal tersebut mengingat perhitungan matematis di papan klasemen Serie A, kasta tertinggi Liga Italia.

Juventus memimpin klasemen Liga Italia dengan raihan 80 poin, sementara Atalanta terpaut enam angka di posisi kedua. La Dea, julukan Atalanta, tak bisa mengejar ketertinggalan jika kalah AC Milan.

Jika Atalanta kalah maka poin maksimal hingga akhir musim adalah 80 poin. Baca juga: AC Milan Kembali Bertemu Atalanta, Pioli: Dulu Kami Payah Jumlah 80 poin tersebut sama yang dimiliki oleh Juve hingga pekan ke-35.

"Sulit untuk menemukan keseimbangan saat ini, sebab semua orang di tim sedang kelelahan. Kami juga tidak agresif karena hal itu, namun saya percaya organisasi lebih penting dibanding agresi saat ini. Ini lebih ke kelelahan mental dibanding fisik, sebagaimana kami kehilangan ketenangan setelah gol penyama kedudukan," kata mantan pelatih Napoli tersebut.

Juve telah kemasukan 38 gol pada musim ini. Jumlah yang cukup banyak dalam satu dekade terakhir.

"Kami juga kemasukan gol dari 12 penalti, yang tidak umum untuk klub-klub besar. Ada lebih banyak penalti secara umum, itu adalah rekor sepanjang masa, bahkan meski persentase kami meningkat banyak dibanding yang lain."

"Giorgio Chiellini praktis absen sepanjang musim dan orang-orang tidak menyadari betapa (kami kehilangan) pengalaman dan karakter dia. Leonardo Bonucci juga absen pada hari ini, Miralem Pjanic mengalami masalah otot, namun tidak ada yang serius," ujar Sarri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X