Kompas.com - 18/06/2020, 07:49 WIB
David Luiz bereaksi setelah mendapat kartu merah karena menjatuhkan Riyad Mahrez di kotak penalti dalam laga Liga Inggris Manchester City vs Arsenal di Stadion Etihad, Kamis (18/6/2020) dini hari WIB. AFP/PETER POWELLDavid Luiz bereaksi setelah mendapat kartu merah karena menjatuhkan Riyad Mahrez di kotak penalti dalam laga Liga Inggris Manchester City vs Arsenal di Stadion Etihad, Kamis (18/6/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Bek Arsenal, David Luiz, mengangkat tangan dan mengaku salah setelah timnya menderita kekalahan 0-3 dari Manchester City pada Kamis (18/6/2020) dini hari WIB.

David Luiz masuk dari bangku cadangan pada laga pertama Arsenal setelah Liga Inggris kembali di tengah pandemi virus corona.

Luiz masuk pada menit ke-24 menggantikan Pablo Mari yang cedera hamstring.

Namun, bek asal Brasil itu tampil penuh blunder pada laga di Stadion Etihad tersebut.

Pertama, ia gagal memotong umpan lambung terobosan Kevin De Bruyne sehingga bola jatuh ke arah lari Raheem Sterling, yang sontak mencetak gol pertama Man City pada injury time babak pertama.

Padahal, timnya sampai saat itu bertahan dengan baik dan mampu mengimbangi sang juara bertahan Liga Inggris.

Baca juga: Hasil Man City Vs Arsenal - David Luiz Kartu Merah, The Citizens Menang Mudah

Hanya empat menit setelah turun minum, David Luiz berada dalam posisi salah di dalam kotak penalti sehingga ia terpaksa menarik baju Riyad Mahrez tanpa berniat untuk memainkan si kulit bundar.

Wasit Anthony Taylor sontak memberikan penalti dan mengganjar Luiz dengan kartu merah.

Opta mencatat bahwa kejadian ini membuat Luiz sebagai pemain pertama yang menyebabkan penalti, melakukan kesalahan berujung gol, dan mendapat kartu merah di sebuah laga Premier League setelah Carl Jenkinson (West Ham) saat menghadapi Bournemouth pada Agustus 2015.

Ini juga kali keempat David Luiz memberikan penalti bagi lawan-lawan Arsenal musim ini, terbanyak dalam satu musim bersama dengan, antara lain, Jose Fonte (2016-2017), Gary Caldwell (2011-2012, dan Claus Lundekvam (1999-2000).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.