Dortmund Vs Bayern Muenchen, Haaland Sulit Dijaga Selama 90 Menit

Kompas.com - 26/05/2020, 17:40 WIB
Penyerang muda Borussia Dortmund, Erling Haaland, pada pertandingan menghadapi Freiburg di Stadion Signal Iduna Park, Sabtu (29/2/2020). AFP/GETTY IMAGES/LARS BARONPenyerang muda Borussia Dortmund, Erling Haaland, pada pertandingan menghadapi Freiburg di Stadion Signal Iduna Park, Sabtu (29/2/2020).

KOMPAS.com - Mantan kapten timnas Jerman, Lothar Matthaus, menilai, Erling Braut Haaland (Borussia Dortmund) adalah penyerang yang sulit dijaga selama 90 menit.

Hal ini diungkapkan Lothar Matthaus menjelang laga Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen yang akan berlangsung Selasa (26/5/2020) di Stadion Signal Iduna Park.

Lothar Matthaus menilai Haaland adalah penyerang komplit yang bisa mencetak gol dari sudut mana saja di dalam kotak penalti.

Oleh karena itu, Lothar Matthaus berharap mantan timnya, Bayern Muenchen, bisa menemukan cara mematikan Haaland meski tahu sangat sulit dilakukan.

"Secara pergerakan Haaland sangat cepat. Ketika striker sangat kuat dan cepat, bagaimana Anda bisa menjaganya?" kata Lothar Matthaus dikutip dari situs Bundesliga.

"Tidak mungkin menjaga Haaland selama 90 menit. Dia selalu punya dan mencari peluang untuk mencetak gol," ujar Lothar Matthaus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Haaland harus ditempel terus menerus. Dia tidak boleh diberi ruang sekecil apa pun terutama di kotak penalti," tutur Lothar Matthaus menambahkan.

Baca juga: Dortmund Vs Bayern Muenchen, Adu Tajam Haaland dan Lewandowski

Meski baru bergabung ke Borussia Dortmund pada Jaunuari 2020, Haaland terlihat tidak butuh banyak waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Jerman.

Sejauh ini, Haaland sudah mencetak 13 gol dan tiga assists dari 13 pertandingan bersama Dortmund di semua kompetisi.

Catatan itu membuktikan ketajaman Haaland tidak menurun meski berganti kultur sepak bola dari Austria ke Jerman.

Halaman:


Sumber Bundesliga
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Apriyani Rahayu: Cuma Modal Raket dan Uang Rp 200 Ribu Saat Pelatnas hingga Raih Emas Olimpiade

Kisah Apriyani Rahayu: Cuma Modal Raket dan Uang Rp 200 Ribu Saat Pelatnas hingga Raih Emas Olimpiade

Badminton
Hasil Olimpiade Tokyo: Kalahkan Juara Bertahan Chen Long, Viktor Axelsen Raih Emas

Hasil Olimpiade Tokyo: Kalahkan Juara Bertahan Chen Long, Viktor Axelsen Raih Emas

Badminton
Kevin Cordon Usai Kalah dari Anthony Ginting: Dia Lebih Cepat dari Saya…

Kevin Cordon Usai Kalah dari Anthony Ginting: Dia Lebih Cepat dari Saya…

Badminton
401 Menit Greysia/Apriyani Menuju Emas Olimpiade Tokyo, Berkorban Jiwa Raga untuk Indonesia

401 Menit Greysia/Apriyani Menuju Emas Olimpiade Tokyo, Berkorban Jiwa Raga untuk Indonesia

Badminton
Hasil Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Akhiri 17 Tahun Puasa Medali Tunggal Putra

Hasil Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Akhiri 17 Tahun Puasa Medali Tunggal Putra

Badminton
3 Orang Indonesia yang Sukses di Olimpiade sebagai Pemain dan Pelatih

3 Orang Indonesia yang Sukses di Olimpiade sebagai Pemain dan Pelatih

Sports
Misi Ekuador di Paralimpik Tokyo 2020

Misi Ekuador di Paralimpik Tokyo 2020

Sports
Update Klasemen Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting Tambah Medali Indonesia

Update Klasemen Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting Tambah Medali Indonesia

Sports
Profil Kevin Cordon, Anak Didik Pelatih Indonesia yang Ukir Sejarah di Olimpiade Tokyo

Profil Kevin Cordon, Anak Didik Pelatih Indonesia yang Ukir Sejarah di Olimpiade Tokyo

Sports
Hasil Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Rebut Perunggu Usai Bekuk Kevin Cordon

Hasil Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Rebut Perunggu Usai Bekuk Kevin Cordon

Badminton
Kisah Jatuh Bangun Greysia Polii: 2 Kali Sempat Ingin Pensiun, Kini Raih Medali Emas Olimpiade

Kisah Jatuh Bangun Greysia Polii: 2 Kali Sempat Ingin Pensiun, Kini Raih Medali Emas Olimpiade

Badminton
Dari Sepak Bola untuk Badminton, Persija dan Persib Ucapkan Selamat kepada Greysia/Apriyani

Dari Sepak Bola untuk Badminton, Persija dan Persib Ucapkan Selamat kepada Greysia/Apriyani

Badminton
Greysia/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade: Dari Chants Timnas Indonesia hingga Selebrasi yang Tertunda

Greysia/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade: Dari Chants Timnas Indonesia hingga Selebrasi yang Tertunda

Sports
Eng Hian/Limpele, Ikatan Medali di Olimpiade Tokyo 2020 dan Athena 2004

Eng Hian/Limpele, Ikatan Medali di Olimpiade Tokyo 2020 dan Athena 2004

Sports
Kalah dari Greysia/Apriyani di Final Olimpiade Tokyo, Chen/Jia Akui Gugup

Kalah dari Greysia/Apriyani di Final Olimpiade Tokyo, Chen/Jia Akui Gugup

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X