Resmi, Tanggal Start Premier League Kembali Diundur

Kompas.com - 03/04/2020, 22:14 WIB
Papan informasi di dekat Tottenham Hotspur Stadium di London pada 15 Maret 2020 menunjukkan jadwal pertandingan Liga Inggris yang ditunda karena penyebaran virus corona. AFP/TOLGA AKMENPapan informasi di dekat Tottenham Hotspur Stadium di London pada 15 Maret 2020 menunjukkan jadwal pertandingan Liga Inggris yang ditunda karena penyebaran virus corona.

KOMPAS.com - Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, mengumumkan bahwa kompetisi tidak akan bergulir pada 30 April 2020, tanggal di mana kompetisi awalnya dijadwalkan kembali bergulir.

Keputusan ini diambil setelah ada pertemuan dari ke-20 anggota Premier League pada jumat (3/4/2020).

Pertemuan Premier League tersebut datang hanya sehari setelah UEFA meminta semua anggota mereka untuk tetap melanjutkan musim 2019-2020 dengan ancaman bahwa klub-klub anggota tak akan mendapat tempat di Liga Champions musim depan apabila kompetisi dibatalkan.

Baca juga: Jika Kompetisi Berhenti, Klub Eropa Bisa Ditendang dari Liga Champions

Liverpool tengah memimpin 25 poin di puncak Liga Inggris dan hanya perlu enam poin tambahan untuk memastikan gelar Premier League.

Kompetisi dihentikan pada 13 Maret 2020, dengan tanggal dimulai kembali awalnya pada 4 April 2020 sebelum didorong ke awal Mei.

"Dimengerti oleh semua bahwa Premier League tak akan berlanjut pada awal Mei dan musim 2019-2020 hanya akan kembali ketika semua telah aman dan laga-laga layak untuk dimainkan," tutur pernyataan resmi dari Premier League.

Baca juga: Pandemi Virus Corona di Italia Bahayakan 12.000 Klub dan 1 Juta Pesepak Bola

"Tanggal dimulai kembalinya Premier League terus direview oleh semua stakeholder seiring perkembangan berita mengenai pandemi Covid-19 dan kita bekerja bersama melewati masa sangat menantang ini."

"Premier League bekerja erat bersama seluruh sepak bola profesional di negara ini begitu pula dengan Pemerintah, agensi publik, dan stakeholder lain untuk memastikan tercapainya solusi kolaboratif dengan semua pihak terkait," lanjut pernyataan itu.

Selain itu, Premier League juga menyiapkan langkah pembayaran solidaritas sebesar 125 juta pound kepada EFL (penyelenggara kompetisi tiga divisi di bawah Premier League) dan sumbangan ke NHS sebesar 20 juta pound.

Klub-klub Premier League juga akan membahas dengan para pemain mereka mengenai kemungkinan pemotongan gaji sebesar 30 persen di tengah pandemi virus corona.

Baca juga: Kembali Batal, Ini 5 Duel Terkutuk Khabib Nurmagomedov vs Ferguson

Diskusi ini datang setelah Menteri Kesehatan Matt Hancock mengutarakan kalau para pesepak bola Premier League harus "memainkan peran mereka' dengan memangkas gaji.

"Di hadapan kerugian besar sejak pemberhentian laga-laga musim 2019-2020 dan untuk melindungi pekerjaan di sepak bola, klub-klub Premier League secara bulat setuju untuk berdiskusi dengan para pemain mereka mengenai pemangkasan remunerasi sebesar 30 persen dari total gaji tahunan," tulis pernyataan sama.

"PAnduan ini akan terus direview seiring perubahan kondisi."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X