Kompas.com - 16/11/2019, 17:00 WIB
Alessio Romagnoli mengawal Romelu Lukaku pada pertandingan AC Milan vs Inter Milan dalam Derby della Madonnina di San Siro, 21 September 2019. AFP/MARCO BERTORELLOAlessio Romagnoli mengawal Romelu Lukaku pada pertandingan AC Milan vs Inter Milan dalam Derby della Madonnina di San Siro, 21 September 2019.

KOMPAS.com - Romelu Lukaku rupanya sudah tahu akan menjadi korban penghinaan rasialisme di Italia ketika dia menerima pinangan dari Inter Milan pada musim panas 2019.

Informasi terkait rasialisme di Italia diketahui Lukaku setelah berbincang-bincang dengan rekan seprofesinya.

Oleh karena itu, Lukaku berharap Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengambil langkah tegas untuk memberantas rasialisme.

Baca juga: Link Live Streaming Timnas U-23 Indonesia Vs Iran

"Saya sudah tahu itu (rasialisme) akan terjadi. Saya sudah mengantisipasinya karena saya telah berbicara dengan pesepak bola lain soal itu," ucap Lukaku di St Petersburg, Rusia, Jumat (15/11/2019).

"UEFA harus bertindak untuk memberantasnya. Anda bisa saja memegang papan bertuliskan 'katakan tidak untuk rasialisme', tetapi tak masuk akal jika tidak ada tindakan yang diambil," kata dia.

Lukaku pernah menjadi target cemoohan rasialisme saat Inter bertandang ke markas Cagliari pada September 2019 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia kemudian mengutuk perbuatan para suporter Cagliari tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial.

Rasialisme memang sudah menjadi masalah klasik di sepak bola Italia, dan pihak berwenang dikritik karena tak pernah mengambil tindakan tegas.

"Namun, saya bersenang-senang di Italia. Orang-orang di jalan baik kepada saya, dan tentunya saya ingin fokus," ucap Lukaku kepada awak media.

Lukaku sendiri lahir dari orangtua yang berasal dari Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo).

Pemain tim nasional Belgia itu pindah ke Inter Milan dari Manchester United dengan biaya transfer sekitar 80 juta euro.

Baca juga: Hong Kong Open 2019, Ahsan/Hendra Sempat Kewalahan Hadapi Li/Liu

Selain Lukaku, pemain-pemain lain yang pernah menjadi korban rasialisme di Italia di antaranya adalah Kevin-Prince Boateng (dulu di AC Milan), Moise Kean (saat masih di Juventus), Mario Balotelli (Brescia), dan Kalidou Koulibaly (Napoli).

Aksi perlawanan terhadap rasialisme sudah dilakukan oleh para pemain yang menjadi korban, seperti misalnya meninggalkan lapangan permainan.

Meski begitu, hingga saat ini, rasialisme masih sering terjadi di sejumlah pertandingan sepak bola Eropa.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Cedera Liverpool: Alexander-Arnold Segera Pulih, Thiago...

Update Cedera Liverpool: Alexander-Arnold Segera Pulih, Thiago...

Liga Inggris
PBSI Resmi Lepas Tim Piala Sudirman 2021 dan Thomas-Uber 2020

PBSI Resmi Lepas Tim Piala Sudirman 2021 dan Thomas-Uber 2020

Badminton
Jadwal Piala Liga Inggris - Manchester United Kembali Bersua West Ham

Jadwal Piala Liga Inggris - Manchester United Kembali Bersua West Ham

Liga Inggris
Manny Pacquiao: Karier Tinju Saya Sudah Berakhir...

Manny Pacquiao: Karier Tinju Saya Sudah Berakhir...

Sports
Hasil dan Klasemen Liga Italia - Napoli Sempurna, Duo Milan Membuntuti, Juventus...

Hasil dan Klasemen Liga Italia - Napoli Sempurna, Duo Milan Membuntuti, Juventus...

Liga Italia
Jika Pecat Ronald Koeman, Barcelona Harus Siap Bayar Rp 230 Miliar

Jika Pecat Ronald Koeman, Barcelona Harus Siap Bayar Rp 230 Miliar

Liga Spanyol
Pelatih Persib Enggan Terlalu Mengeksploitasi Potensi Beckham

Pelatih Persib Enggan Terlalu Mengeksploitasi Potensi Beckham

Liga Indonesia
Hasil dan Klasemen Liga Spanyol - Tertahan, Barcelona Gagal Tembus 5 Besar

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol - Tertahan, Barcelona Gagal Tembus 5 Besar

Liga Spanyol
Hasil Barcelona Vs Granada, Gol Menit 90 Selamatkan Barca dari Kekalahan

Hasil Barcelona Vs Granada, Gol Menit 90 Selamatkan Barca dari Kekalahan

Liga Spanyol
Terkejut Aksi Ritu Phogat, Priscilla Jagokan Itsuki pada Grand Prix ONE Championship

Terkejut Aksi Ritu Phogat, Priscilla Jagokan Itsuki pada Grand Prix ONE Championship

Sports
HT Barcelona Vs Granada, Gol Kilat Tim Tamu Benamkan Blaugrana

HT Barcelona Vs Granada, Gol Kilat Tim Tamu Benamkan Blaugrana

Liga Spanyol
Link Live Streaming Barcelona Vs Granada, Kickoff 02.00 WIB

Link Live Streaming Barcelona Vs Granada, Kickoff 02.00 WIB

Liga Spanyol
Dicampakkan Benitez, James Rodriguez Selangkah Lagi Gabung Tim Qatar

Dicampakkan Benitez, James Rodriguez Selangkah Lagi Gabung Tim Qatar

Liga Inggris
Eduardo Almeida: Salahkan Saya, Jangan Pemain Arema!

Eduardo Almeida: Salahkan Saya, Jangan Pemain Arema!

Liga Indonesia
Krisis Juventus dalam Angka dan Fakta, Start Terburuk Allegri di Serie A

Krisis Juventus dalam Angka dan Fakta, Start Terburuk Allegri di Serie A

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.