Yaya Toure Sebut FIFA Tak Pernah Serius Berantas Rasialisme

Kompas.com - 28/10/2019, 20:01 WIB
Yaya Toure mambantah kabar yang menyebutkan dirinya pensiun sebagai pemain sepak bola, Senin (13/5/2109) AFP/Oli SCARFFYaya Toure mambantah kabar yang menyebutkan dirinya pensiun sebagai pemain sepak bola, Senin (13/5/2109)

Namun, upaya Sterling dinilai Toure belum cukup. Ia berharap para pemain bersatu dan bisa mengambil tindakan lebih tegas.

"Mereka (para pemain) harus serius tentang hal itu. Pemain perlu membuat langkah serius, jika tidak, mereka (para pelaku rasialisme) akan terus melakukannya," ucap Toure.

"Cara paling efektif adalah mengeluarkan para pemain dari lapangan (jika terjadi lagi rasialisme)."

Toure berpendapat bahwa penggemar sepak bola di China lebih menghargai perbedaan ketimbang di Eropa.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Janji Pihaknya Tak Akan Potong Anggaran Cabor

Hal itu dirasakan langsung oleh Toure setelah tergabung di klub Qingdao Huanghai.

"Saya melihat orang-orang (di China) punya mentalitas yang berbeda dengan Eropa."

"Ketika saya bermain di stadion, tidak ada yang memojokkan saya karena saya berkulit hitam. Budayanya (China) berbeda. Mereka menghormati. Di Eropa, mereka tidak menghormati siapa pun," kata Toure.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X