PSM Vs Persib, Kisah Kedua Tim Berebut Gelar pada Era Perserikatan

Kompas.com - 18/08/2019, 09:20 WIB
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts (biru muda) saat tim Persib Bandung uji lapangan jelang laga lawan PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (17/8/2019). Dok Ofisial PSM MakassarPelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts (biru muda) saat tim Persib Bandung uji lapangan jelang laga lawan PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (17/8/2019).

Pertandingan berjalan alot, karena kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Hingga jelang laga berakhir, tepatnya pada menit ke-84, Persib mendapatkan hadiah penalti dari wasit Kuntadi.

Para pemain PSM memprotes keras keputusan Kuntadi, mereka bingung maksud wasit yang kala itu dikenal sebagai wasit terbaik di sepak bola Indonesia itu memberikan penalti kepada Persib.

Sebelum keputusan penalti diberikan, Kapten Persib kala itu Rukma, melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan lawan. Rukma dijatuhkan, tapi sebelumnya dia sudah bisa mengirim bola ke kotak penalti.

Hakim garis sempat mengangkat bendera saat itu, tapi Kuntadi bergeming dan terjadilah duel udara antara penyerang Persib dan bek PSM. Tak lama kemudian, Kuntadi meniup peluit dan menunjuk titik putih.

Pertandingan sempat terhenti cukup lama, karena protes keras dari para pemain PSM. Para pemain Juku Eja sempat melakukan mogok main, sementara Freddy Timisela, penyerang Persib saat itu, tetap di posisinya untuk mengambil ancang-ancang penalti.

Kuntadi sempat dipanggil dan berbincang dengan komisi pertandingan PSSI di pinggir lapangan. Dalam perbincangan tersebut, Kuntadi mengatakan terjadi handsball yang dilakukan pemain PSM sehingga dia memutuskan memberi penalti pada Persib.

Hingga akhirnya pertandingan dihentikan pada menit ke-84. Kejadian tersebut kemudian dikenal dengan tragedi Kuntadi atau insiden Mattoangin.

Beberapa hari kemudian, dalam Surat Komando (SK) Gerakan Olahraga (Kogor) diputuskan, hasil 1-1 pertandingan tersebut akan menjadi hasil sementara.

Laga akan dilanjutkan di hari lain, dari menit ke-84 dan dimulai dengan penalti untuk Persib. Akan tetapi, hasil dari laga tersebut akan menjadi hasil tetap bila Persib mampu mengakhiri kompetisi dengan poin tertinggi.

Pada akhirnya, laga Persib vs PSM yang terhenti pada menit ke-84 itu tidak pernah dilanjutkan. Sebab, Persib keluar sebagai juara kompetisi 1961.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X