PSSI Hormati Proses Hukum dan Putusan Pengadilan soal Joko Driyono

Kompas.com - 23/07/2019, 17:44 WIB
Mantan Plt Ketua PSSI, Joko Driyono jalani sidang replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019) KOMPAS.com/WALDA MARISONMantan Plt Ketua PSSI, Joko Driyono jalani sidang replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019)

KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI) memastikan untuk menghormati proses hukum dan putusan pengadilan terkait mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa (23/7/2019).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sendiri telah menjatuhkan vonis kepada Joko Driyono pada hari ini.

Baca juga: Sepak Terjang Joko Driyono dari Jurnalis hingga Divonis 1,5 Tahun Penjara

Pria yang akrab disapa Jokdri itu mendapatkan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan.

"PSSI menghormati proses hukum dan putusan pengadilan. Terkait langkah hukum, kami serahkan kepada tim kuasa hukum Pak Joko," kata Gatot Widakdo.

Jokdri terbukti bersalah dalam kasus menghilangkan barang bukti pengaturan skor Liga 1 Indonesia dengan menggerakkan orang dekatnya.

Vonis yang dibacakan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya, Joko Driyono dituntut hukuman penjara selama dua tahun enam bulan oleh JPU.


Dia diduga melakukan perusakan dan penghilangan barang bukti kasus pengaturan skor yang sedang diusut Satgas Anti-mafia Bola.

JPU menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke-2.

Baca juga: Berita Transfer Liga Italia, Mauro Icardi Buka Diskusi dengan Napoli

"Menjatuhkan penjara satu tahun enam bulan penjara, dengan Pasal 235 Jo Pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke- dua KUHP," ujar Hakim Ketua Kartim Haeruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah meyakinkan menggerakkan orang merusak, membikin (alat bukti) tidak dapat dipakai menghilangkan barang barang yang dipakai untuk meyakinkan sesuatu di depan penguasa yang atas perintah penguasa umum dengan cara memanjat atau menggunakan kunci palsu," kata Kartim.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X