Kompas.com - 26/03/2019, 16:00 WIB
Plt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Kompas.com/Alsadad RudiPlt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
|

 

KOMPAS.com - Gusti Randa sebagai Plt Ketua Umum PSSI berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Agustus 2019.

Nantinya, KLB PSSI 2019 akan melaksanakan dua agenda yakni, membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Kemudian agenda kedua adalah penetapan waktu penyelenggaraan kongres pemilihan kepengurusan baru.

Sebelum KLB, PSSI bakal menemui Federasi Sepak Bola internasional (FIFA) meminta izin menggelar KLB. Rencananya, Gusti Randa akan berangkat ke markas FIFA pada April 2019.

Baca juga: Jadi Plt Ketum PSSI, Ini Prioritas Gusti Randa

Rencana Gusti Randa pergi ke markas FIFA menuai polemik. Gusti Randa dinilai tidak berhak mewakil PSSI untuk bertemu dengan FIFA.

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai Gusti Randa tidak memiliki kapasitas bertemu FIFA karena pengangkatan dia sebagai PLT Ketua Umum PSSI dianggap ilegal. "Dia tak berhak mewakili PSSI ke FIFA," kata Akmal Marhali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Akmal, pengangkatan Gusti Randa sebagai Plt Ketum PSSI oleh Joko Driyono itu ilegal alias tidak sah, karena melanggar ketentuan dalam Statuta PSSI sendiri.

Gusti Randa diangkat berdasarkan Surat Tugas No 1015/UDN/568/III-2019 tertangal 19 Maret 2019 yang ditandatangani Jokdri.Seharusnya, kata Akmal, yang ditunjuk menggantikan Joko Driyono adalah Iwan Budianto, bukan Gusti Randa yang hanya angota Exco biasa.

“Seharusnya Iwan Budianto. Dia satu-satunya Wakil Ketua Umum setelah Jokdri ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum. Kecuali Iwan sudah mengundurkan diri. Kalau Iwan mengundurkan diri, PSSI dipimpin secara kolektif kolegial oleh seluruh anggota Exco. Jadi, yang menandatangani pengangkatan Gusti Randa harus semua anggota Exco yang masih ada, bukan Jokdri seorang diri,” papar Akmal.

Pernyataan Akmal tersebut berdasar Statuta PSSI pasal 39 ayat (6), “Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya”.

“Jokdri, yang saat itu Wakil Ketua Umum PSSI dengan usia tertua langsung menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dalam Kongres PSSI di Bali, 20 Januari lalu. Kini, setelah Wakil Ketua Umum PSSI tinggal satu-satunya, yakni Iwan Budianto, mestinya Iwan Budianto inilah yang menjadi Plt Ketua Umum,” tutur Akmal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.