Grafiti Rasial terhadap Mbappe Timbulkan Kekhawatiran di Perancis

Kompas.com - 19/02/2019, 12:30 WIB
Kylian Mbappe melewati rekan senegaranya, Paul Pogba, seusai mencetak gol pada pertandingan Manchester United vs Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Old Trafford dalam babak 16 besar Liga Champions, 12 Februari 2019. AFP/PAUL ELLIS Kylian Mbappe melewati rekan senegaranya, Paul Pogba, seusai mencetak gol pada pertandingan Manchester United vs Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Old Trafford dalam babak 16 besar Liga Champions, 12 Februari 2019.

KOMPAS.com - Coret-coretan grafiti berisi hujatan rasial terhadap pemain klub Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, belum lama ini ditemukan di rangkaian kereta bawah tanah Metro Paris, Perancis.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran seiring makin berkembangnya aktivitas kelompok sayap kanan di Perancis.

Dikutip dari Diario AS, Senin (18/2/2019), serangan rasial terhadap Mbappe dianggap sebagai lonceng alarm terhadap terancamnya keragaman dan citra bangsa.

"Para pelaku tidak hanya menyerang Mbappé, tetapi seluruh masyarakat Perancis," kata jaksa agung yang telah membuka penyelidikan atas masalah tersebut.

Baca juga: Bukti Dugaan Pelecahan Rasial ke Mohamed Salah Diserahkan ke Polisi

Mereka menambahkan dalam sebuah pernyataan: "Ketika seorang pemain diserang karena warna kulit mereka, ini juga merupakan serangan langsung ke Republik Perancis".

Mbappe dianggap sebagai salah satu pemain penting saat tim nasional Perancis menjuarai Piala Dunia 2018.

Pemain yang baru berusia 20 tahun itu terlahir dari pasangan imigran. Ayahnya berasal dari Kamerun dan ibunya dari Aljazair.

Baca juga: Ultras Inter Milan Tak Terima Dituduh Berlaku Rasial ke Koulibaly

Asosiasi Klub-klub di Liga Perancis (LFP) juga mengecam serangan itu. LFP menyatakan akan memberikan sanksi berat kepada individu atau kelompok yang terlibat dalam pelantunan lagu-lagu rasial di stadion mana pun.

Sementara itu, pengeloa jaringan kereta Perancis (SNCF) telah menyerahkan rekaman video kepada polisi Perancis dalam upaya untuk mengidentifikasi para pelaku yang membuat grafiti tersebut.




Close Ads X