Mantan Manajer PSS Sleman Dipertemukan dengan Eks Anggota Exco PSSI

Kompas.com - 14/02/2019, 16:00 WIB
Manajer PSS Sleman, Sismantoro, saat ditemui awak media di tengah perayaan kesuksesan tim Elang Jawa merebut satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/11/2018).
ADIF SETIYOKO/BOLASPORT.COMManajer PSS Sleman, Sismantoro, saat ditemui awak media di tengah perayaan kesuksesan tim Elang Jawa merebut satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/11/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Manajer PSS Sleman, Sismantoro, memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola pada Rabu (13/02/2019), untuk dimintai keterangan. Saat itu, Sismantoro dipertemukan dengan mantan anggota Exco PSSI, Hidayat.

"Saya (dimintai keterangan) dari jam 11.00 WIB terus istirahat. Ya kurang lebih dua jam," ujar Sismantoro saat dihubungi, Kamis (14/02/2019).

Sismantoro dipanggil sebagai saksi atas dugaan kasus pengaturan skor pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC.

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Dimintai Keterangan Satgas Antimafia Bola

"Konteksnya menjadi saksi dugaan penyuapan pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC pada tanggal 2 Mei 2018," ungkapnya.

Menurutnya, saat di Mabes Polri, dirinya juga dipertemukan dengan mantan Exco PSSI, Hidayat. Kepada penyidik, Sismantoro menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenal Hidayat.

"Saya tidak mengenal, saya sampaikan apa adanya. Hidayat juga ditanya, (jawabanya) tidak tahu saya dan memang enggak kenal," urainya.

Sismantoro menuturkan pemanggilan pada Rabu (13/02/2019) merupakan yang pertama. Setelah itu, dirinya tinggal menyerahkan dokumen-dokumen sebagai manajer PSS.

Baca Juga: Tim Ad Hoc Bersinergi dengan Satgas Antimafia Sepak Bola

"Saya hanya tinggal menyerahkan SK saja, karena kemarin lupa bawa. Ya tinggal menyampaikan dukumen-dokumen (sebagai manajer) saja," ungkapnya.

Secara pribadi, lanjutnya, Sismantoro mendukung Satgas Antimafia Bola. Sebab upaya yang dilakukan untuk sepak bola Indonesia yang lebih profesional.

"Saya secara pribadi mendukung langkah itu, karena terkait dengan sepak bola biar profesional, biar lebih maju dan lebih baik. Saya mendukung untuk memperbaiki sepak bola," tandasnya.

Pada yang sama, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara juga memenuhi penggilan Satgas Antimafia Bola. Seto dimintai keterangan sebagai saksi selama kurang lebih delapan jam dan mendapat 20 pertanyaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X