Ratu Tisha Ungkap Pencapaiannya di PSSI - Kompas.com

Ratu Tisha Ungkap Pencapaiannya di PSSI

Kompas.com - 14/02/2019, 15:29 WIB
Sekjen PSSI, Ratu Tisha, menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.COM/FERRIL DENNYS Sekjen PSSI, Ratu Tisha, menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria bicara tegas soal harapannya untuk sepak bola Indonesia termasuk soal persoalan pengaturan skor yang sedang mengemuka. Dia juga mengungkapkan pencapaiannya di PSSI sejak menjabat sekjen mulai Juli 2017. 

Ratu Tisha memberikan kesempatan secara khusus kepada KOMPAS.com dan Bolasport.com melakukan wawancara pada Selasa (12/2/2019) petang.

Wawancara khusus ini harus dilakukan tak di kantor PSSI, melainkan di sebuah rumah sakit yang ada di Jakarta. Sebab, Ratu Tisha sedang menunggui salah satu orang tuanya yang sedang terbaring sakit dan telah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut.

Dengan wajah semringah walau terlihat ada kekelahan di rautnya, Ratu Tisha meladeni semua pertanyaan soal kariernya di sepak bola. Pendiri Labbola ini pun bicara lantang soal komitmen dan siap kerja keras atas apa yang telah diembannya sekarang.

”Saya sebagai profesional muda bangga terpilih sebagai Sekjen PSSI, yang pemilihannya juga dilakukan secara pro serta melalui berbagai tahap. Saya juga punya komitmen untuk memajukan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” kata Ratu Tisha. 

Baca juga: Pesan Sang Ayah yang Bikin Ratu Tisha Berani di Sepak Bola Indonesia

Soal spririt, Tisha juga mengatakan kalau banyak hal yang membuatnya selalu bersemangat. ”Bagi saya, tak hanya dari dalam PSSI saja yang membuat saya selalu semangat,” ucap Tisha.

”Teman-teman media dan suporter adalah bagian penting dari pekerjaan ini. Jadi, saya tak punya alasan untuk patah semangat atas komitmen ini,” katanya menambahkan.

Tisha juga menegaskan, PSSI dalam membangun sepak bola Indonesia saat ini memiliki sejumlah harapan baru. Apalagi, PSSI banyak diisi profesional muda khususnya di kesekjenan yang dipimpinnya.

”Menurut saya, keluarga PSSI punya harapan baru. Mereka banyak yang profesional muda yang mampu berkarya lebih baik dan lebih kreatif,” tutur Tisha.

”Ini satu harapan yang tak boleh dipandang sebelah mata,” ucapnya tegas.

Soal isu Ratu Tisha hanya jadi ’boneka’ sejumlah petinggi atau pemangku kebijakan sepak bola Indonesia, Ratu Tisha punya jawaban yang sangat gambling.

”Sebagai profesional muda, saya bergabung dengan PSSI dengan background yang enggak main-main,” ujar Tisha.

” Pada 2012, saya memutuskan untuk full berkarier di sepak bola. Bahkan, saya pun menempuh Pendidikan selama dua tahun di Inggris, Italia, dan Swiss,” kata lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dari semua hal itu, menurut Tisha, dia dan para profesional muda lainnya di PSSI menghasilkan banyak inovasi baru. Disebutkannya, kerja sama internasional untuk area pengembangan pelatih, pemain, dan wasit hasil dari kerja mereka.

”Kini, PSSI memiliki kerja sama dengan FA dari Jerman dan Australia, termasuk menjalankan FIFA Forward Program serta Garuda Select yang sekarang di Inggris,” kata Tisha.

”Itu semua buah dari inovasi baru para profesional muda yang diterjemahkan oleh kami di kesekjenan,” ucapnya.

Baca juga: Ratu Tisha Ungkap Terobosan PSSI soal Wasit

Pada momen ini, Ratu Tisha juga menegaskan soal kasus pengaturan skor yang mencuat dan sering namanya diseret ke persoalan itu.

”Saya tegaskan untuk sekali lagi, dalam kasus dugaan pengaturan skor dan masalah serupa yang berkembang lainnya, saya tegaskan, saya tidak terlibat,” ucap Tisha dengan penuh penegasan.

”Saya siap kerja sama dengan semua pihak yang ingin membantu sepak bola kita lebih baik lagi, dalam hal ini satgas (Satgas Antimafia Bola) dan kepolisian,”

”Saya siap kerja sama dengan mereka dalam asistensi untuk memerangi hal ini. Namun yang pasti, semua tak boleh patah harapan dan harus melewati semua ini dengan baik,” ujar Tisha.


Terkini Lainnya


Close Ads X