Pesan Sang Ayah yang Bikin Ratu Tisha Berani di Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 13/02/2019, 14:28 WIB
Ekspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.COM/FERRIL DENNYS Ekspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

KOMPAS.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, mengungkapkan sosok yang memengaruhinya terjun ke dunia sepak bola dan motivator dalam menjalankan tugasnya.

Ratu Tisha mulai menjabat sebagai sekjen PSSI sejak Juli 2017. Dia adalah wanita pertama di Indonesia yang menjadi sekjen PSSI. 

Sebagai Sekjen, Ratu Tisha kerap mendapatkan kritik keras dan tekanan dari sejumlah pihak. Namun, Ratu Tisha menilai semua itu hanya dinamika kerja dan dia sadar akan konsekuensi saat saat pertama kali terjun ke dunia ini.

Baca juga: PSSI Pantau Perkembangan Kasus Marko Simic

Keputusan Ratu Tisha berada di dunia sepak bola tidak terlepas dari sosok ayahnya. Hal tersebut disampaikan Ratu Tisha dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com dan Bolasport.com, Selasa (12/2/2019). 

Wawancara dengan Ratu Tisha digelar di sebuah rumah sakit di Jakarta. Hal itu lantaran Ratu Tisha harus menemani ayahnya yang sedang sakit. 

”Kebetulan sekarang ada di sini, Beliau itu adalah ayah saya,” kata Ratu Tisha.

”Saya besar sebagai fan sepak bola yang diajak ayah saya nonton ke stadion,” tuturnya.

Dari ayahnya-lah yang membuat Ratu Tisha jatuh cinta dengan sepak bola. Dia menilai sepak bola selalu menghadirkan keajaiban. 

”Saya seolah mendapatkan magical feeling dari sepak bola ini,” ucap Ratu Tisha.

”Semua itu saya rasakan ketika sepak bola mampu mengerakkan begitu banyak orang di stadion. Sepak bola pun membuat emosi orang bergetar dan akhirnya menginspirasi. Semua itu tak lepas dari peran besar ayah saya,” tuturnya.

Baca juga: Para Pelatih Timnas Dituntut Jadi Orang Kantoran

Tisha kemudian bercerita bahwa ayahnya mendukung kariernya di dunia sepak bola. Sang ayah pun memiliki pesan tegas untuk Ratu Tisha.

”Ayah saya berkata: Nak, jersey kita warnanya merah, jadi kamu harus berani,” tutur Tisha.

”Kata-kata dari ayah saya itu saya pegang teguh dalam menjalankan tugas ini dan saya tularkan ke rekan di kesekjenan,” ucapnya tanpa menyebut nama sang ayah yang kini berusia 67 tahun itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X