Pelatih Legendaris Italia Sebut Inter dan Milan Tak Memiliki Identitas - Kompas.com

Pelatih Legendaris Italia Sebut Inter dan Milan Tak Memiliki Identitas

Kompas.com - 07/02/2019, 15:20 WIB
Roberto Gagliardini merayakan golnya pada pertandingan Inter Milan vs Genoa di Stadion Giuseppe Meazza dalam lanjutan Liga Italia, 3 November 2018. AFP/MIGUEL MEDINA Roberto Gagliardini merayakan golnya pada pertandingan Inter Milan vs Genoa di Stadion Giuseppe Meazza dalam lanjutan Liga Italia, 3 November 2018.

MILAN, KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sachi, memberikan komentar terhadap tim-tim yang berlaga dalam kompetisi Liga Italia.

Arrigo Sacchi dikatakan sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah dengan AC Milan asuhannya (1987-1991) dinilai sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ada.

Arrigo Sacchi mendominasi Liga Italia dan menjadi juara Piala Champions dua musim beruntun bersama AC Milan dan sempat membawa timnas Italia lolos ke final Piala Dunia 1994.

Baca Juga : Gratis, AC Milan Salip Inter dan AS Roma untuk Dapatkan Kapten Porto

Gaya permainan pria berjuluk Nabi dari Fusignano ini menggunakan formasi 4-4-2 super menyerang, tanpa libero, serta tak ada pertahanan gerendel yang saat itu menjadi ciri khas talia.

Pelatih-pelatih beken saat ini mulai dari Jose Mourinho, Pep Guardiola, Juergen Klopp, Jupp Heynckes, Fabio Capello, hingga Rafa Benitez dikatakan menggunakan gaya Sacchi sebagai acuan tim asuhan mereka.

Sebagai salah satu bapak perubahan taktik di Italia, Sacchi mengaku kecewa dengan tim-tim di Serie A saat ini.

"Saya mungkin mengubah bagaimana sepak bola dimainkan di dunia, tetapi tidak di Italia. Di sini ada kultur yang menolak untuk berubah," ujar Sacchi.

"Mungkin ada beberapa yang bermain di Liga Italia lebih baik dari zaman dulu, beberapa tim bermain sepak bola yang optimistis, sedangkan tim-tim lain memilih jalan yang lebih hati-hati," tutur pria yang kini berusia 72 tahun tersebut.

Sacchi secara khusus menyoroti tim-tim besar yang kini bersaing di Liga Italia.

"Saya suka tim yang mencoba menang dengan memberikan penonton respons emosional. Atalanta punya gaya mereka sendiri dan itu jadi salah satu yang jadi perhatian," kata Sacchi.

"AC Milan dan Inter belum memiliki gaya mereka, sedangkan Napoli di bawah Sarri punya gaya sendiri sedang saat ini dilatih Ancelotti menggunakan gaya lain."

Baca Juga : Setelah Paulo Dybala, Kini Giliran Douglas Costa yang Bikin Gara-gara

" Juventus tim yang bagus, tetapi mereka bermain sepak bola ala Italia dan itu tak terlalu optimistis. Mereka melakukannya dengan sangat baik, tentu saja. Saya mencintai Italia dan mencoba dengan sekuat tenaga untuk memberikan sepak bola yang tak takut ataupun bertahan."

"AS Roma punya pelatih bagus dalam diri Eusebio Di Francesco, tetapi Roma itu kota yang sulit untuk bekerja," tutur Sacchi.

Terakhir, pelatih yang mempopulerkan gaya high-pressing, jebakan offside, dan garis pertahanan yang tinggi itu menyoroti timnas Italia asuhan Roberto Mancini saat ini.

"Mancini mengejutkan saya, dalam artian positif. Kini tim-tim dipenuhi dengan pemain luar negeri, jadi sangat sulit menemukan cukup talenta untuk timnas Italia," tutur Sacchi. (Thoriq Az Zuhri Yunus)



Close Ads X