Ancaman Degradasi dan Dugaan Match Fixing Bayangi Laga Arema Vs Sriwijaya FC

Kompas.com - 09/12/2018, 11:33 WIB
Suap. ThinkstockSuap.

MALANG, KOMPAS.com - Pejuangan Sriwijaya FC untuk bertahan di Liga 1 tidak mudah. Melawan Arema FC pada laga terakhir membuat tim berjulukan Laskar Wong Kito itu harus bekerja ekstra.

Apalagi, pertandingan akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, stadion yang akhir - akhir ini keramat bagi tim tamu saat dijamu skuad Singo Edan.

Meski demikian, Pelatih Sriwijaya FC, Alfredo Vera, tidak mau terpancing dengan rekor kandang Arema FC. Pelatih asal Argentina itu akan berupaya maksimal untuk menyelamatkan timnya.

"Kami akan berupaya untuk tetap fokus dan enjoy menghadapi pertandingan ini," katanya, Sabtu (8/12/2018).

Baca juga: Masa Depan Alfredo Vera di Sriwijaya FC Ditentukan Seusai Laga Versus Arema

Alfredo tidak memungkiri bahwa pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu (9/12/2018) ini akan berat. Sebab, Arema FC berambisi untuk meraih poin demi memperbaiki posisi di klasemen.

Di sisi lain, semua tim yang ada di papan bawah terus berjuang supaya tidak jatuh ke Liga 2.

"Tekanan yang berat bagi kami. Tidak ada tim yang mau degradasi," ucapnya.

Saat ini, Sriwijaya FC berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi 39 poin. Sriwijaya FC akan berusaha terangkat dari zona degredasi bersama lima tim lainnya.

Pelatih Arema FC Milan Petrovic tetap mengincar kemenangan meski lawannya di ambang degradasi. Dia ingin mencapai targetnya, memberi 50 poin untuk Arema FC.

"Saya minta maaf kepada tim lawan. Kami ingin menang pada laga nanti, dan mengakhiri liga seperti pemenang," katanya.

Baca juga: Terkait Isu Pengaturan Skor, Komdis Panggil Manajemen Sriwijaya FC

Laga Arema FC vs Sriwijaya FC juga diwarnai mencuatnya kasus dugaan pengaturan skor. Dugaan itu menyusul pernyataan manajemen Sriwijaya FC yang menyebutkan ada pihak tertentu ingin menyuap kapten timnya sebesar Rp 400 juta supaya mengalah dari Arema FC.

Arema FC membantah terlibat dalam upaya suap itu dan meminta Sriwijaya untuk membuka identitas pihak yang ingin memberi suap itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.