Persib Dihujani Sanksi, Mario Gomez Enggan Lanjutkan Kompetisi

Kompas.com - 02/10/2018, 16:16 WIB
Pelatih Persib Bandung Mario Gomez saat memimpin latihan skuat Persib di Lapangan Arcamanik, beberapa waktu lalu. Persib.co.id Pelatih Persib Bandung Mario Gomez saat memimpin latihan skuat Persib di Lapangan Arcamanik, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung, Roberto Mario Carlos Gomez, memberi isyarat tidak ingin melanjutkan berkompetisi di Liga 1 karena kecewa dengan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada tim besutannya.

Komdis menjatuhkan banyak sanksi untuk Persib sebagai buntut atas insiden pengeroyokan suporter pada laga kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018).

Seluruh elemen Persib, mulai dari ofisial, pemain, hingga panpel turut menanggung sanksi yang dihujankan komdis, Selasa (2/10/2018) siang.

Menanggapi hal itu, Mario Gomez mengaku kecewa. Namun, dia tidak ingin mengambil keputusan soal partisipasi Persib di Liga 1 sebelum berbicara secara resmi dengan manajemen klub.

Baca juga: Panen Sanksi, Ini Tanggapan Petinggi Persib Bandung

"Pertama, saya belum mau bicara sebelum ini resmi. Saya ingin berbicara dulu dengan manajemen di ruang rapat, apakah ini sudah resmi. Jika ini sudah resmi, baru saya mau bicara," kata Mario Gomez kepada wartawan.

"Jika ini sudah ditetapkan, saya ingin lebih dulu bicara dengan manajemen, Ezechiel (N'Douassel), dengan semua pemain. Karena bagi saya jika ini betul maka benar-benar gila," ujar dia menambahkan.

Sejumlah pemain Persib dijatuhi hukuman karena terlibat kericuhan di lapangan saat melawan Persija. Mereka adalah Ezechiel N'Douassel yang dilarang bertanding sebanyak lima kali, Jonathan Bauman dilarang bermain dua laga, dan Bojan Malisic dengan skors empat pertandingan. Sementara itu, Ardi Idrus mendapat teguran keras.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Nilai Sanksi untuk Persib Tidak Mendidik

Panpel Persib juga tak luput berupa hukuman, yakni larangan ikut serta kegiatan klub selama dua tahun kepada ketua panpel.

Ada juga denda Rp 100 juta, serta kewajiban memerangi & melarang rasisme serta tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apa pun.

"Tentu saja, ini berlebihan. Saya tidak mau bermain jika seperti ini. Kami lebih baik tidak usah bermain," tuturnya Mario Gomez dengan nada kecewa. (Muhammad Robbani)

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Sanksi Pasca-Kematian Haringga

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X