Kompas.com - 21/02/2018, 13:07 WIB
Striker Bali United, Ilija Spasojevic, berduel dengan bek Persija, Jaimerson da Silva, pada laga final Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2/2018).
BOLASPORT.com/FERI SETIAWANStriker Bali United, Ilija Spasojevic, berduel dengan bek Persija, Jaimerson da Silva, pada laga final Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2/2018).

KOMPAS.com - Bali United harus puas finis sebagai runner-up Piala Presiden 2018. Pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2/2018) malam WIB, mereka kalah dengan skor telak 0-3 dari Persija Jakarta.

Pada pertandingan tersebut Bali United seperti kehabisan akal menembus benteng pertahanan Persija yang dikawal Jaimerson da Silva dan Maman Abdurrahman. Bomber andalan Serdadu Tridatu, Ilija Spasojevic, nyatanya tak mampu berbuat banyak.

Bomber naturalisasi tersebut terus diawasi oleh Jaimerson. Hal itu membuat Spaso hanya mencatat satu tembakan off target.

Statistik tersebut sangat bertolak belakang dengan penyerang haus gol milik Persija, Marko Simic. Meski baru merumput di Indonesia pada musim ini, Simic sudah berhasil mencetak 11 gol pada Piala Presiden 2018.

(Baca juga: Berkarier di Liga Malaysia, Dua Orang Ini Buat David Laly Merinding)

Alhasil, Spaso mendapat kritik. Namun pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, membela mantan penyerang Persib Bandung dan Bhayangkara FC tersebut. Menurut Widodo, penonton hanya melihat kualitas individu tanpa memperhatikan permainan kolektif tim secara utuh.

"Itulah fans, di mana striker tidak bisa mencetak gol, fans hanya melihat seorang striker," tegas Widodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan fans, tim pelatih selalu melihat permainan secara keseluruhan tim.

"Tim kalah ada kritik, pelatih mendapat cacian dan makian, itu normal. Kami harus siap jika masuk ke dunia maya dan medsos. Kami harus siap akan itu," kata Widodo.

Menurut pelatih asal Cilacap ini, penonton atau fans hanya bisa bicara, harus dibalas dengan giat berlatih.

"Saya bicarakan kepada pemain, mereka (fans) hanya bisa bicara, dengan begitu kami harus terus bekerja keras. Semakin tinggi pohon makin kencang angin bertiup," tutur Widodo. (Stefanus Aranditio)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.