Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keseluruhan Stadion Sepak Bola di Indonesia Bakal Kena Audit

Kompas.com - 13/10/2022, 15:53 WIB
Ahmad Zilky,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Riono Suprapto, memastikan bahwa pihaknya bakal melakukan audit stadion-stadion sepak bola di Indonesia.

Riono Suprapto mengatakan demikian dalam sesi konferensi pers PSSI dengan FIFA dan AFC di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/10/2022).

Ia menjelaskan bahwa saat ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono, tengah memimpin evaluasi di Stadion Kanjuruhan.

“Sudah seminggu ini tim kami, tim evaluasi teknis Stadion Kanjuruhan sudah melakukan penelitian dari segi teknis. Hari ini Bapak Menteri langsung memimpin evaluasi tersebut,” ucap Riono Suprapto dalam sesi konferensi pers yang dihadiri Kompas.com.

Riono mengungkapkan bahwa keseluruhan hasil evaluasi bakal dilaporkan oleh Basuki Hadimulyono kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Baca juga: Audit Stadion Kanjuruhan, Menteri PUPR Berikan 7 Poin Rekomendasi

“Selanjutnya, hasil (evaluasi) bakal disampaikan Pak Menteri kepada Pak Presiden. Jadi, kementerian sesuai amanat presiden melakukan audit,” ucap dia.

“Tentunya hasil audit tersebut merupakan langkah-langkah kami dalam rangka perbaikan dari sisi keamanan bangunan gedung dan keandalan bangunan gedung,” tambahnya.

Selain itu, Riono Suprapto menuturkan bahwa evaluasi ini dilakukan agar ke depannya stadion-stadion di Indonesia bisa mempunyai tingkat keamanan yang baik.

“Jadi ke depannya seluruh stadion di Indonesia bisa aman dan nyaman," ucap Riono Suprapto menjelaskan.

"Dan kita bisa menikmati seluruh pertandingan yang diselenggarakan PSSI baik Liga 1, Liga 2, dan Liga 3,” kata dia.

Ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Ia mengatakan bahwa bakal melakukan audit terhadap bangunan stadion, khususnya stadion sepak bola yang digunakan oleh klub yang saat ini tengah berkompetisi di liga Indonesia, baik Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

Baca juga: Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Alasan Akhmad Hadian Lukita Belum Ditahan

"Dalam waktu dekat ini saya sedang menjadwalkan akan bersama dengan Menteri PUPR kita akan ke Kanjuruhan lagi dan beberapa tempat," ucap Zainudin Amali di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (11/10/2022).

"Terutama stadion-stadion yang banyak penontonnya. Itu yang kita akan prioritaskan untuk diaudit oleh Menteri PUPR,” tutur dia.

Adapun audit stadion di Indonesia tak lepas dari tragedi Kanjuruhan yang sudah menewaskan banyak orang.

Berdasarkan laporan terakhir, sudah ada 132 orang meninggal dunia, sedangkan ratusan lainnya menderita luka-luka.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan enam tersangka yang dianggap bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan pada 6 Oktober 2022 lalu.

Baca juga: Temuan Komnas HAM: 14-20 Menit Pasca-Laga, Stadion Kanjuruhan Masih Terkendali

Mereka adalah Akhmad Hadian Lukita (Dirut LIB), Abdul Harris (Ketua Panpel), Suko Sutrisno (Security Officer), Wahyu SS (Kabag Ops Polres Malang), H (Brimob Polda Jatim), BSA (Kasat Samapta Polres Malang).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sirkuit Mandalika Gelar JDM Run 2024, Libatkan 85 Mobil Performa Tinggi

Sirkuit Mandalika Gelar JDM Run 2024, Libatkan 85 Mobil Performa Tinggi

Sports
AC Milan Terbebani Kepergian Tonali dan Maldini, Pioli Pun Dihakimi

AC Milan Terbebani Kepergian Tonali dan Maldini, Pioli Pun Dihakimi

Liga Italia
Duet DDS-Ciro Alves Ancaman Serius untuk Lawan Persib di Championship Series

Duet DDS-Ciro Alves Ancaman Serius untuk Lawan Persib di Championship Series

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: Garuda Dipuja, Disebut Pantas Bekuk Australia

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: Garuda Dipuja, Disebut Pantas Bekuk Australia

Timnas Indonesia
Barito Putera Vs Persija, Laskar Antasari Incar Kado Ulang Tahun

Barito Putera Vs Persija, Laskar Antasari Incar Kado Ulang Tahun

Liga Indonesia
Skenario Timnas Indonesia untuk Lolos ke 8 Besar Piala Asia U23 2024

Skenario Timnas Indonesia untuk Lolos ke 8 Besar Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Persebaya Kalah dari Persib, Munster Mau Bajul Ijo Berubah Musim Depan

Persebaya Kalah dari Persib, Munster Mau Bajul Ijo Berubah Musim Depan

Liga Indonesia
Siaran Langsung dan Link Live Streaming Indonesia Vs Yordania Pukul 22.30 WIB

Siaran Langsung dan Link Live Streaming Indonesia Vs Yordania Pukul 22.30 WIB

Timnas Indonesia
Borneo FC Vs Arema FC, Tekad Tutup Regular Series dengan Happy Ending

Borneo FC Vs Arema FC, Tekad Tutup Regular Series dengan Happy Ending

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Hindari Antiklimaks, Garuda Muda!

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania, Hindari Antiklimaks, Garuda Muda!

Timnas Indonesia
Hasil Inter Miami Vs Nashville, Messi 2 Gol, Selamat dari Gol Bunuh Diri

Hasil Inter Miami Vs Nashville, Messi 2 Gol, Selamat dari Gol Bunuh Diri

Liga Lain
Borneo FC Vs Arema FC, Singo Edan Siap Habis-habisan demi Hindari Degradasi

Borneo FC Vs Arema FC, Singo Edan Siap Habis-habisan demi Hindari Degradasi

Liga Indonesia
Coventry Vs Man United, Ten Hag Fokus Badai Cedera, Bukan Opini Publik

Coventry Vs Man United, Ten Hag Fokus Badai Cedera, Bukan Opini Publik

Liga Inggris
Wolves Vs Arsenal, Kemenangan yang Menyenangkan di Mata Arteta

Wolves Vs Arsenal, Kemenangan yang Menyenangkan di Mata Arteta

Liga Inggris
Harapan Besar di Balik Aksi Megawati Hangestri dan Red Sparks

Harapan Besar di Balik Aksi Megawati Hangestri dan Red Sparks

Sports
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com